Keunikan Value Proposition Seorang Tukang Buah

Dear Sahabats,

Setelah sekian lama tidak sarapan bareng tetangga sekaligus sahabatku karena dia puasa & lebaran, pagi itu kuajak beliau cari sarapan pagi.

“Kita ke nasi pecel saja”, ujar sahabatku penuh antusias. Meski aku harus membatasi konsumsi kacang, aku tetap mengiyakan melihat antusiasme dirinya. Dan pergilah kami ke langganan nasi pecel kami berdua.

Turun dari mobil, mata kami tertarik melihat kerumunan orang di sebuah gerobak buah. Tukangnya sibuk menimbang dan terlihat antrian orang2 menunggu buahnya ditimbang.
Hmm… sekilas tidak ada yang spesial dari tukang buah ini, tapi aku tertarik untuk mendekat.

Kaget saat aku melihat buah-buahan yang disajikan adalah buah yang kondisinya sudah tidak segar lagi. Ada yang sudah kematangan dan mulai membusuk, ada yang sudah bonyok di satu sisi, tidak ada satupun buah yang dalam kondisi “layak jual” seperti umumnya dijual oleh pedagang buah.

“YA TUHAN! BUAHNYA BUSUK”, ujarku dalam hati.

Sambil makan nasi pecel, hatiku bergejolak, mataku terus menatap ke tukang buah tersebut. Melihat itu, tukang pecelnya pun berinisiatif menceritakan kisah dibalik dari tukang buah tersebut.

Ternyata, tukang buah tersebut melihat adanya PAIN (permasalahan) dimana semasa Covid-19 ini, makan buah-buahan menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga imunitas tubuh yang dianjurkan pemerintah, tapi TIDAK SEMUA ORANG BISA MEMBELINYA.

 

PAIN adalah permasalahan yang saat ini dialami oleh spesifik segmen pelanggan tertentu.

 

Ya, dari PAIN itu muncullah sebuah VALUE PROPOSITION yang ditawarkan sebagai SOLUSI bagi TARGET PASAR-nya yakni warga yang kurang mampu.

Berikut Business Model tukang buah ini,

 

Diawali dari rasa empati, beliau memutuskan untuk berjualan buah menggunakan gerobak keliling untuk membantu warga yang kurang mampu dalam hal meningkatkan imunitas tubuhnya dengan harga murah.

Ya, dari situ dia berinisiatif bernegosiasi dengan toko buah di dekat rumahnya, untuk menampung buah-buahan yang sudah tidak layak jual. Daripada dibuang percuma, lebih baik dia yang tampung dan kemudian dia mencoba menjualnya per kilo seharga IDR 5K. Ya, pembeli bisa mengambil buah apapun yang ada di gerobaknya, semuanya dihargai IDR 5K per kilo.

Dan kreatifitasnya itu membuahkan hasil. Tak lama buahnya habis, dan beliau pulang ke rumah. “Sekitar jam 10.00 pagi biasanya jualannya sudah habis, dan beliau pulang ke rumah.”, ujar tukang pecel penuh semangat bercerita.

Lengkapnya, berikut Business Model-nya:

Diawali dari rasa empati, beliau memutuskan untuk bernegosiasi dengan toko buah dekat rumahnya untuk menampung buah yang sudah tidak layak jual tapi masih layak makan, untuk kemudian berjualan buah dengan menginvestasikan dana untuk membeli gerobak dan berkeliling untuk membantu warga yang kurang mampu dalam hal meningkatkan imunitas tubuhnya dengan harga murah. Dari situ, bukan hanya uang yang diperoleh, melainkan juga waktu yang fleksibel karena dia hanya berjualan kurang lebih 3 jam setiap harinya, dan kebahagiaan dalam dirinya bisa berkontribusi membantu warga yang kurang mampu untuk hidup sehat.

Pelajaran yang bisa diambil:

  • Business Model adalah sebuah rangkaian logis daris sebuah proses bisnis/organisasi dalam menyampaikan yang dapat membantu kita meraih kesuksesan.
  • Awali ide bisnis Anda dari sebuah PAIN (permasalahan) yang Anda temukan terjadi pada spesifik segmen pasar, hasilnya besar prosentase produk/jasa Anda diterima oleh pasar tersebut.
  • Memulai bisnis dan mendapatkan uang daripadanya adalah hal biasa, tapi yang jauh lebih penting adalah mendapatkan kebahagiaan dari apa yang kita lakukan.

BSD, 21 Juni 2020
#CoachRob

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s