RSS

Kembali BERISTIRAHAT (perenungan Natal)

25 Dec

Dear Sahabats,

Ijinkan aku membawa Sahabats kepada perenungan makna Natal yang berbeda dari biasanya. Kita menyadari penuh bahwa kedatangan Yesus ke dunia sebagai Juruselamat Dunia  yang diutus oleh Bapa karena KASIH.

Tapi untuk apakah Bapa melakukan itu semua bahkan rela mengorbankan AnakNya yang tunggal agar tujuan tersebut tercapai?

Mari, ijinkan aku membawa Sahabats kepada ayat berikut ini,

“Cursed is the ground for your sake;
IN TOIL (dengan bersusah payah) you shall eat of it all the days of your life.
Both thorns and thistles it shall bring forth for you,
and you shall eat the herb of the field.
In THE SWEAT OF YOUR FACE (dengan berpeluh) you shall eat bread
till you return to the ground, for out of it you were taken; 

For dust you are, and to dust you shall return.”
(Genesis 3:17b-19 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Kejatuhan manusia dengan memakan buah terlarang, TELAH MENGUBAH sesuatu dalam desain awal Allah terhadap manusia. Marilah kita perhatikan ayat diatas lebih teliti, apakah yang TELAH BERUBAH?

Ya, kupercaya Sahabats pun melihatnya dengan jelas. Dikatakan mulai dari saat ini, untuk dapat hidup, manusia kini HARUS BERSUSAH PAYAH. Bumi dan segala kekayaannya, tidak lagi “BEKERJA SAMA” dengan manusia dalam hal MENYEDIAKAN segala kebutuhan hidup manusia.

Bukankah itu berarti bahwa sebelum manusia jatuh, manusia TIDAK PERLU BERSUSAH PAYAH untuk bisa hidup?
Bukankah itu berarti bahwa sebelum manusia jatuh, segalanya TELAH DISEDIAKAN Bapa untuk Adam dan Hawa?

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh rasa syukur,

Tahukah Sahabats bahwa Bapa tidak tinggal diam atas pekerjaan iblis yang membuat manusia MENYIMPANG dari desain awalnya?

“And I will put ENMITY between you and the woman,
and between your seed and her Seed;
He shall BRUISE YOUR HEAD,
And you shall bruise His heel.

(Genesis 3:15 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, FirmanNya mengatakan bahwa nanti akan ada keturunan dari Hawa yang akan menjadi musuh ular (baca: iblis) dimana Dia akan menginjak kepala ular.

Kupercaya Sahabats tahu siapa Pribadi tersebut. Ya, Dialah Yesus, Sang Anak Domba Allah.

Jadi, kupercaya inilah paling tidak salah satu tujuan dari kedatangan Yesus ke bumi, adalah untuk MENGEMBALIKAN manusia ke desain awalnya. Dimana kutukan atas tanah (baca: bumi dan seluruh isinya) dan manusia (harus bersusah payah dan berpeluh untuk bertahan hidup) yang telah diucapkan Bapa, DIHAPUS melalui tebusan kurban Anak Domba Allah yang kudus, yakni AnakNya sendiri Yesus Kristus.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Menarik saat aku mempelajari lebih dalam, tentang ISI dari keseluruhan kitab Perjanjian Lama. Roh Kudus menuntunku kepada ayat ini,

“You search the Scriptures, for in them you think you have eternal life;
and these are they which TESTIFY OF ME.
(John 5:39 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, Yesus sendiri berkata bahwa keseluruhan Kitab Perjanjian Lama, sesungguhnya isinya adalah tentang Dirinya, tentang Juruselamat.

Mari aku membawa Sahabats kepada sebuah contoh kisah di Perjanjian Lama yang sangat terkenal, yakni tentang Tanah Perjanjian.

Kisah dimana Musa diminta Bapa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan kerajaan Mesir dan membawanya ke Tanah Perjanjian, tanah yang kaya akan susu dan madunya.Menarik, di tengah perjalanan, Bapa menurunkan Hukum Taurat yang berisi perintah dan larangan bagi bangsa Israel. Setelah berputar-putar di padang gurun 40 tahun lamanya, akhirnya mereka sampai ke Tanah Perjanjian tersebut dan yang membuat semakin menarik adalah ternyata Musa dan sebagian bangsa Israel malahan GAGAL memasukinya. Hanya sebagian bangsa Israel dibawah kepemimpinan Yosua, yang berhasil memasukinya.

Tahukah Sahabats bahwa kisah ini sesungguhnya adalah menceritakan tentang Yesus? Ya, berikut kisah sesungguhnya yang diinspirasi Roh Kudus kepadaku baru-baru ini.

Bapa menyadari bahwa manusia ciptaanNya telah menyimpang dari desain awalnya oleh karena iblis. Dan semenjak itu, manusia (baca: bangsa Israel) dijajah oleh iblis (baca: kerajaan Mesir).

Kerinduan Bapa adalah mengembalikan manusia kembali ke desain awal (baca: Tanah Perjanjian yang penuh susu dan madunya), dimana manusia tidak perlu bersusah payah & berpeluh (baca: diperbudak di tanah Mesir) untuk hidup.

Bapa menyadari upaya menuntut manusia untuk melakukan perintahNya & menjauhi laranganNya (baca: Hukum Taurat) selalu GAGAL membawa manusia kembali ke desain awalnya. (diwakili oleh Musa dan sebagian bangsa Israel yang gagal memasuki Tanah Perjanjian)

Satu-satunya cara untuk bisa kembali ke desain awal, adalah melalui kepemimpinan Yosua (dalam bahasa aslinya memiliki arti yang sama dengan YESUS). Hanya mereka yang percaya kepada Yosua bahwa kita bisa mengalahkan segala raksasa (baca: iblis) yang menguasai Tanah Perjanjian kita, yang bisa memasuki dan menikmati hidup di Tanah Perjanjian.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

“Therefore, as the Holy Spirit says:
“Today, if you will hear His voice, do not harden your hearts as in the rebellion,
in the day of trial in the wilderness, where your fathers tested Me, tried Me,
and saw My works forty years.
Therefore I was angry with that generation,
and said, ‘They always go astray in their heart,
and they have not known My ways.’
So I swore in My wrath,
‘They shall not enter MY REST 
(tempat peristirahatan-Ku)’”.
(John 5:39 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Lalu,

“For if Joshua had given them rest,
then He would not afterward have spoken of another day.
There REMAINS therefore A REST FOR THE PEOPLE OF GOD.
For he who has entered His rest
has himself also CEASED FROM HIS WORKS as God did from His”
.
(Hebrew 4:8-10 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kedatangan Yesus ke bumi bukan sekedar menghapus dosa manusia, akan tetapi lebih dari itu, mengembalikan manusia ke desain awalnya, yakni kembali masuk ke Tanah Perjanjian, ke TEMPAT PERISTIRAHATAN yang Bapa sediakan buat setiap kita yang percaya.

Di tempat itu, kita tidak perlu lagi BERSUSAH PAYAH dan BERPELUH untuk dapat bertahan hidup, tapi kita akan hidup dalam segala kelimpahan yang telah disediakan Bapa oleh karena KasihNya, kembali seperti desain awal yang dialami Adam dan Hawa di Taman Eden.

Ya, kupercaya kini makna sesungguhnya Natal (kelahiran Yesus di bumi) adalah agar kita KEMBALI BERISTIRAHAT.

Haleluya.

25 Desember 2015,

Robby Hadisubrata.

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: