RSS

PEMILIK Bukan PENGELOLA

11 Aug

Dear Sahabats,

Mungkin Sahabats KAGET dengan judul diatas,
karena selama ini ajaran doktrin gereja mengajarkan SEBALIKNYA,
bahkan aku pun pernah membuat tulisan yang berjudul SEBALIKNYA.

Ya, doktrin gereja selalu mengajarkan bahwa kita adalah seorang PENGELOLA bukan PEMILIK.
Diajarkan bahwa kita hanyalah seorang HAMBA,
yang dipercayakan untuk mengelola harta TUAN-nya.

Kutahu ajaran doktrin gereja bertujuan baik,
tapi Roh Kudus baru saja memberikan pewahyuan kepadaku yang membuatku mantap berkata,
bahwa ajaran itu SALAH.

Ya, segala sesuatu yang BAIK belum tentu BENAR.

Dashyat.

 

Perhatikan ayat berikut ini,

Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan SEGALA KEPUNYAAN-KU adalah KEPUNYAAN-MU.
(Lukas 15:31 TB, penekanan ditambahkan)

Perumpamaan anak yang hilang di atas menggambarkan hubungan antara Bapa dengan anakNya,
dan perumpamaan itu menegaskan bahwa apa yang dimiliki Bapa adalah juga milik anakNya.

Dan bukankah oleh karena karya Salib,
kita telah diangkat menjadi ANAK ALLAH,
dimana kita bisa memanggilNya dengan panggilan intim, “Abba…Bapa…” ?

Lalu, kenapa kita masih memakai ayat2 sebelum karya Salib,
untuk dijadikan PRINSIP dalam pengelolaan uang dan harta?

Bukankah harusnya sudah berbeda prinsipnya setelah karya Salib,
karena kita BUKAN LAGI hamba melainkan anak?

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Mungkin banyak Sahabats berpendapat,
maksud Gereja selama ini mengajarkan bahwa kita seorang hamba & pengelola adalah baik,
yaitu untuk mencegah agar kita tidak CINTA UANG dan tidak MENGABDI KEPADA DUA TUAN.

Lalu jika demikian, kenapa Bapa mengangkat kita jadi anak bukan hamba,
dan malah berani menyatakan bahwa apa yang Dia miliki adalah juga milik kita anak2Nya?

Bukankah itu BERESIKO TINGGI?

Dahsyat.

Bolehkah saya ajak Sahabats kepada sebuah pengandaian sederhana berikut ini,

Andaikan saat pengumuman sebuah LOTERE,
ada 3 orang pemenang yang memenangkan hadiah utama sebesar 1 milyar.
Seorang adalah orang yang sangat MISKIN, seorang lain adalah OKB (orang kaya baru)
dan seorang sisanya adalah KONGLOMERAT yang hartanya 7 generasi tidak akan habis.

Kira-kira menurut Anda,
siapakah yang SANGAT ANTUSIAS, ANTUSIAS dan TIDAK TERLALU ANTUSIAS,
dari ketiga orang tersebut?

Jawabannya kurasa kita sepakat,
yang paling antusias adalah si MISKIN, yang antusias adalah si OKB,
yang tidak terlalu antusias adalah si KONGLOMERAT.

Sahabats, kupercaya itulah CARA Bapa membuat kita jadi tidak cinta pada uang.

Pemahaman akan Kebenaran STATUS kita sebagai anak Allah,
yang berarti bahwa kita dijadikan SANGAT KAYA,
membuat kita tidak terlalu tertarik dan antusias lagi pada UANG dan HARTA.

Bahkan FirmanNya menegaskan,
bahwa Yesus yang kaya rela jadi miskin agar kita yang miskin jadi kaya?

Berarti adalah sebuah Kebenaran,
jika melalui apa yang Yesus lakukan di kayu Salib,
membuat kita jadi SANGAT KAYA.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Perumpamaan Anak Yang Hilang sesungguhnya mengajarkan kita 2 hal.

Pertama, janganlah menjadi seperti si BUNGSU.
Dia menyadari penuh STATUS-nya sebagai ANAK,
dan oleh karenanya dia BERHAK atas WARISAN,
tapi dia menyalahgunakan statusnya dan malah berfoya-foya menghabiskan warisannya.

Kedua, janganlah juga menjadi seperti si SULUNG.
Dia tidak menyadari STATUS-nya sebagai ANAK,
dan merasa harus taat melakukan dahulu perintah Bapanya untuk memperoleh “UPAH“,
selayaknya seorang HAMBA.

Jadi, seharusnya kita menjadi perpaduan keduanya,
yaitu seorang yang menyadari penuh STATUS-nya sebagai ANAK,
tapi tetap bijaksana mengelola WARISAN yang telah diperolehnya dari Bapa.

Dashyat.

 

Sahabats simak juga dengan teliti,

Ada juga Sahabats yang berpendapat bahwa walaupun status kita sebagai anak,
kita harus belajar menjadi seperti hamba dulu sebelum usia kita mencapai akil baliq,
barulah sesudahnya kita menjadi anak dan berhak memperoleh warisan.

Berikut dasar ayatnya,

Yang dimaksud ialah:selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia TIDAK BERBEDA dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
(Galatia 4:1-2 TB, penekanan ditambahkan)

Tapi ijinkan aku membawa Sahabats kembali kepada KONTEKS ayat tersebut,
karena tanpa memperhatikan konteks sangat berpotensi kita,
mengubah Kebenaran menjadi ketidakbenaran.

Mari kita perhatikan ayat lanjutannya,

Demikian pula kita:selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita DITERIMA MENJADI ANAK.
(Galatia 4:3-5 TB, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
Paulus sedang menggambarkan keberadaan bangsa Israel sebelum kedatangan Juruselamat,
adalah seperti anak yang BELUM akil balig sehingga perlu Hukum Taurat,
untuk menuntun dan mempersiapkannya menyambut kedatangan Juruselamat.

Dan bagi bangsa Israel dan termasuk kita,
yang hidup SESUDAH kedatangan & karya Juruselamat,
kita digambarkan sebagai anak yang SUDAH akil balig,
dan otomatis BERHAK atas WARISAN.

Ya,
Saat kita bertobat dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
kita tidak perlu melalui proses menjadi hamba terlebih dahulu,
kita otomatis langsung diangkat menjadi ANAK ALLAH.

Dashyat.

 

Sahabats yang dikasihi Bapa,

Jujur, semenjak mengetahui Kebenaran ini, aku mulai merasakan perbedaannya.

Pertama, aku mulai tidak kuatir bahkan stress,
jika dihadapkan kepada kebutuhan uang yang mendadak & nilainya besar.

Kusadari penuh Bapaku sangat kaya, dan aku tinggal meminta kepadaNya kapanpun.
Apalagi Bapa pernah berjanji bahwa aku tidak perlu kuatir ttg segala kebutuhanku,
burung pipit saja dipelihara, masa aku anak kesayanganNya tidak?

Contoh konkrit saat aku dan istri memutuskan untuk mengganti mobil,
karena mobil yang lama sudah mulai merongrong.

Kami menyepakati suatu nilai cicilan yang harus kami bayarkan,
dan kuingat cicilannya mulai berjalan di bulan Januari.

Indahnya,
pada bulan Februari-nya,
perusahaan tempat aku part-time bekerja memperbaharui kontrak kerjasamaku,
dan menaikkan penghasilan bulananku SEBESAR nilai cicilan tersebut.

Sama persis, tak kekurangan ataupun kelebihan serupiah pun.

Dashyat.
 

Kedua, aku jadi tidak terlalu tertarik lagi mengejar kekayaan.
Bisnis konsultasi penggalian talenta yang kujalankan semula dengan tarif yang tetap,
kini dengan mantap kuubah jadi pelayanan dengan sistem PK (persembahan kasih),
dengan range Rp 0 (nol) – tak terhingga, semampunya klien tersebut membayar.

Bagiku, penghasilan dari konsultasi ini TIDAK AKAN MEMPERKAYA aku lebih lagi,
dan juga TIDAK AKAN MEMPERMISKIN aku lebih lagi.

Kenyataannya aku sudah SANGAT KAYA,
krn aku adalah AHLI WARIS dari Bapa pemilik sorga dan bumi.

Dashyat.
 

Ketiga, aku jadi lebih ringan dalam menabur.
Aku tahu, uangku adalah uang Bapaku, sehingga wajar sebagai anak,
aku turut membantu Bapaku memperbesar bisnisNya yakni memperbesar KerajaanNya di muka bumi.

Bandingkan,
jika seorang HAMBA dikasih uang utk mengelola uang Tuannya utk memperbesar bisnis Tuannya,
dengan jika seorang ANAK yang dikasih uang utk tujuan yg sama.

Manakah yang akan lebih BERKOMITMEN sepenuh hatinya membantu memperbesar bisnis tsb,
apakah si hamba atau si anak?
Manakah yang lebih kecil kemungkinannya utk berbuat CURANG dan MENIPU?

Jawabannya tentu si ANAK,
krn ikatannya lebih kuat dengan Bapa drpd si HAMBA dengan Tuan.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Ternyata MINDSET yang BERBEDA,
tapi hasilnya SAMA bahkan LEBIH BAIK daripada sebelumnya.

Ya,
Kebenaran bahwa kita SEKARANG adalah PEMILIK bukan lagi PENGELOLA,
akan memberikan hasil yang LEBIH BAIK daripada sebelumnya.
 

BSD, 3 Oktober 2014
KepalaBukanEkor

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2015 in Christians

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: