RSS

Dipimpin ROH

11 Aug

Dear Sahabats,

Tahukah Sahabats bahwa sebagai hasil ciptaan Tuhan,
manusia terdiri dari tiga bagian yang membentuk kita sebagai manusia seutuhnya?

Now may the God of peace Himself sanctify you completely;
and may your whole SPIRIT, SOUL, and BODY be preserved blameless
at the coming of our Lord Jesus Christ.
(1 Thessalonians 5:23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata Firman diatas sangat jelas menyatakan bahwa kita terdiri dari tiga bagian,
yaitu ROH, JIWA dan TUBUH.

Tapi tahukah juga Sahabats,
saat kita bertobat & menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat,
hanya SATU BAGIAN dari kita yang TELAH disempurnakan?

Therefore, if anyone is in Christ, he is a NEW CREATION; old things have passed away; behold, ALL THINGS have become NEW.
(2 Corinthians 5:17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan,

and that you put on the NEW MAN which was created according to God,
in TRUE RIGHTEOUSNESS and HOLINESS.
(Ephesians 4:24 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, ayat diatas menyatakan bahwa saat LAHIR BARU, kita adalah CIPTAAN BARU,
semuanya sudah diganti dengan yang baru dan kita jadi manusia baru yang BENAR dan KUDUS.

Tapi, saat kita mengintrospeksi ke dalam diri sendiri, kita akan meragukan hal itu.
Benarkah kita sudah diganti dengan yang BENAR dan KUDUS?

Jika sebelum lahir baru aku dalam kondisi sakit, kenapa setelah lahir baru tubuhku masih sakit?
Jika sebelum lahir baru aku berdosa melalui pikiran, kehendak maupun perbuatan,
kenapa sesudah lahir baru aku masih berdosa melalui ketiga hal tersebut?
Jadi, apanya yang sudah DIGANTI BARU oleh Tuhan?

By this we know that we abide in Him, and He in us,
because He HAS GIVEN us of His Spirit
(1 John 4:13 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

In Him you also trusted, after you heard the word of truth, the gospel of your salvation; in whom also, having believed, you were SEALED with the Holy Spirit of promise, who is the GUARANTEE of our inheritance until the redemption of the purchased possession, to the praise of His glory.
(Ephesians 1:13-14 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
pada saat kita LAHIR BARU ternyata hanya bagian ROH kita yang TELAH disempurnakan,
sedangkan tubuh & jiwa masih tetap sama.

Itulah sebabnya saat kita lahir baru,
secara tubuh (fisik) kita masih tetap sama, yang gemuk atau sakit masih tetap gemuk atau sakit.
Juga secara pikiran, perasaan dan kehendak masih sama,
yang bodoh tidak otomatis jadi pintar dan tahu segalanya,
kita pun tidak otomatis memiliki perasaan dan kehendak yang kudus.

Sedangkan Firman diatas jelas menyatakan bahwa saat kita lahir baru,
roh kita telah diganti roh yang baru dan agar tidak terkontaminasi lagi oleh dosa,
roh baru kita dimateraikan oleh Roh Kudus yang berfungsi melindungi-nya (sealed).

Dikatakan juga bahwa keberadaan Roh Kudus di dalam diri kita berfungsi sebagai GARANSI,
untuk beroleh kesempurnaan keseluruhan hasil karya keselamatan,
sekaligus untuk beroleh hidup kekal bersama Bapa.

Apa maksudnya?

Perlu kita mengerti bahwa karya keselamatan Yesus TELAH MELUNASI seluruhnya,
tapi kita BELUM MEMPEROLEH seluruh hasilnya saat ini.

Kesempurnaan hasil karya keselamatan terjadi saat kita nantinya,
memperoleh TUBUH KEMULIAAN dan tinggal bersama Bapa di kekekalan.

Dan dikatakan di ayat tersebut bahwa keberadaan Roh Kudus dalam diri kita akan menjadi GARANSI,
bahwa kita PASTI akan memperoleh itu semua di kemudian hari.

Pemahaman ini, akan membantu Sahabats mengerti kenapa hanya kekristenan,
yang berani MENJAMIN keselamatan bagi para pengikutnya,
sedangkan agama-agama lain tidak.

Dashyat.

 

Sahabats yang semakin percaya akan hidup kekal,

Kupercaya Sahabats sudah sangat mengenal ayat berikut ini,

“Blessed are the POOR IN SPIRIT,
For theirs is the kingdom of heaven.
(Matthew 5:3 NKJV, penekanan ditambahkan)

Menurut pengalamanku,
paling tidak ada dua pengajaran yang pernah kuterima yang membahas tentang ayat ini.

Ajaran yang pertama,
diajarkan oleh mereka yang sangat menentang teologia kemakmuran,
dimana syarat untuk MEMILIKI Kerajaan Sorga adalah kita harus MISKIN.

Biasanya, digunakan ayat lain untuk mendukungnya, yaitu :

Then Jesus said to His disciples, “ Assuredly, I say to you that it is HARD for a RICH MAN to ENTER the kingdom of heaven.
(Matthew 19:23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Tapi saat kita membaca sesuai konteksnya, kita bisa menemukan adanya dua kesalahan.
Kesatu, dari terjemahan bahasa Indonesia dibanding bahasa aslinya memiliki arti yang berbeda.
Kata “yang empunya” memiliki arti PEMILIK,
sedangkan arti sesungguhnya adalah “Bagi merekalah, Allah mendatangkan Kerajaan Allah ke bumi”.

Artinya, bagi mereka yang dalam keadaan “poor in spirit”,
kini ada Kabar Baik karena solusi dari Allah telah datang.

Dan tentu saja yang kedua,
sangat jelas dari terjemahannya ada kata “in spirit” (pneuma),
sehingga arti dari “miskin di hadapan Allah” adalah BUKAN berarti miskin secara finansial.

Sedangkan tentang ayat pendukung (Mat 19:23) di atas,
lebih menekankan tentang uang dan kekayaan seringkali menjadi pesaing Allah (berhala),
sehingga manusia sulit melepaskannya.

Dashyat.
 
Ajaran yang kedua,
adalah ajaran yang timbul akibat Adam & Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat.
Ajaran ini membalikkan arti sebuah Kabar Baik menjadi sebuah SYARAT,
yang harus dilakukan untuk mendapatkan sebuah hadiah.

Andaikan aku berkata,
“Berbahagialah bagi Sahabat yang haus, ada kabar baik, aku telah menyediakan minuman dingin.”

Tentu artinya jadi BERBEDA jika aku berkata,
“Untuk mendapatkan minuman dingin yang saya sediakan,
syaratnya adalah Sahabat harus dalam kondisi haus,
& jika tidak maka Sahabat tidak diperbolehkan minum.”

Ya,
demikian juga ayat di atas tadi.

Kita tidak bisa MENGUBAH arti Kabar Baik yang disampaikan Yesus,
menjadi “Jika mau menjadi ‘pemilik’ dari Kerajaan Sorga, kita harus miskin di hadapan Allah,
yaitu harus MERENDAHKAN DIRI, TIDAK AROGAN dan MENGANDALKAN DIRI SENDIRI.”

Kita kembali terjebak dalam MENTALITAS HAMBA,
yang melakukan berbagai UPAYA (works) untuk memperoleh IMBALAN.

Padahal bukan itu arti sesungguhnya.

Ya,
ayat tentang miskin di hadapan Allah ini sesungguhnya adalah sebuah KABAR BAIK,
dimana saat Kerajaan Sorga datang, maka roh kita yang TIDAK SEMPURNA (miskin = kekurangan),
akan diganti oleh roh yang BARU yang dimateraikan oleh Roh Kudus yang SEMPURNA,
sehingga kita tidak lagi berada dalam kondisi “poor in spirit”.

Itulah arti sesungguhnya.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Watch and pray, lest you enter into temptation.
The SPIRIT indeed is WILLING, but the FLESH is WEAK.

(Mark 14:38 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Dikatakan bahwa kita harus berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan,
karena ROH itu penurut sedangkan DAGING itu lemah.

Jadi yang menyebabkan kita terjatuh dalam pencobaan adalah karena daging kita lemah.
Dalam bahasa aslinya, daging berasal dari kata sarx,
yang memiliki arti: carnal, the symbol of what is external.

Itu berarti,
segala yang kita LIHAT (mata), DENGAR (telinga), CIUM (hidung), KECAP (lidah) dan SENTUH (kulit),
adalah termasuk dalam DAGING.

Jadi,
panca indera kita sesungguhnya adalah INDERA KEDAGINGAN.

Dan jika kita perhatikan,
kelima indera kedagingan ini berkorelasi erat dengan BODY (tubuh),
karena tubuh adalah bagian eksternal dari manusia, yang dapat dirasakan melalui kelima indera kita.

Sedangkan dikatakan bahwa roh itu penurut,
karena setelah lahir baru roh kita telah dimateraikan oleh Roh Kudus,
yang tentu saja selalu sejalan dengan kehendak Bapa.

Dashyat.
 
Perhatikan ayat berikut ini,

It is the Spirit who gives LIFE; the flesh profits nothing.
The WORDS that I speak to you are SPIRIT, and they are LIFE.
(John 6:63 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ayat ini menjelaskan juga bahwa apa yang Yesus sampaikan yaitu Firman Tuhan adalah Roh.

Itu sebabnya,
seringkali kita temukan PERTENTANGAN antara apa yang dikatakan Firman Tuhan (Roh),
dengan apa yang dikatakan kelima indera kedagingan kita.

Ya,
saat kita MELIHAT hasil laboratorium yang menyatakan adanya kanker di tubuh kita,
ditambah saat MENDENGAR dokter menyimpulkan bahwa kita sakit kanker stadium empat,
kita menyadari bahwa itu BERTENTANGAN dengan Firman Tuhan yang berkata,
“oleh bilur-bilurNya engkau sudah sembuh”.

Atau saat melihat uang di rekening tabungan yang jumlahnya sangat sedikit,
jelas BERTENTANGAN dengan Firman Tuhan yang berkata,
“bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”

Semuanya tergantung kepada siapa yang mau kita percayai,
DAGING yang lemah atau ROH yang penurut?

Dashyat.

Jesus said to him, “ Thomas, because you HAVE SEEN Me, you HAVE BELIEVED.
Blessed are those who have not seen and yet have believed.
(John 20:29 NKJV, penekanan ditambahan)

Kisah Thomas adalah gambaran yang sangat jelas tentang hal ini.
Yesus mengatakan bahwa diberkatilah mereka,
yang walaupun tidak melihat (mewakili kelima indera kedagingan) tapi tetap percaya.

Tapi harus kita akui kenyataannya,
masih banyak anak-anak Tuhan yang secara tidak sadar masih seperti Thomas.

Kita lebih mempercayai apa kata dokter tentang kita daripada apa kata Firman Tuhan.
Kita lebih mempercayai hadir tidaknya Tuhan ditandai dengan bulu kuduk kita berdiri atau tidak,
padahal FirmanNya berkata dua tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan maka Tuhan hadir,
dan masih banyak lagi.

Kita ternyata, lebih mengutamakan DAGING daripada ROH.

Tapi,
bukankah yang dimaksud REALITA adalah apa yang bisa kita rasakan melalui kelima indera kita?
Sehingga saat kita lebih mempercayai apa yang dikatakan dokter,
itu berarti saya sedang menghadapi REALITA dan bukannya LARI daripadanya,
dengan mengatakan bahwa saya sehat karena Firman berkata demikian?

Bukankah itu sama saja MUNAFIK?

Jawabannya sederhana.
Yang perlu kita sadari pertama adalah bahwa ALAM ROH sama NYATA-nya dengan alam duniawi.

Dan lebih mempercayai apa kata Firman Tuhan dibandingkan apa kata dokter misalnya,
bukanlah LARI dari kenyataan ataupun MUNAFIK,
melainkan itu berarti kita menempatkan Firman Tuhan diatas segalanya.

Dan bukankah itu yang seharusnya kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan?

Dashyat.

 

Sahabats yang rindu dipimpin Roh,

Suatu ketika saat aku sedang dalam perjalanan melayani komunitas pebisnis kristen di Bandung,
Roh Kudus membukakan sebuah puzzle lagi kepadaku,

for the kingdom of God is NOT eating and drinking,
but RIGHTEOUSNESS and PEACE and JOY in the HOLY SPIRIT.

(Romans 14:17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata ayat di atas berisi sebuah penjelasan tentang hubungan tubuh, jiwa dan roh.

Dikatakan bahwa hidup dalam Kerajaan Allah,
bukanlah berbicara tentang TUBUH (makan dan minum),
akan tetapi JIWA (merasa yakin bahwa kita benar di hadapan Allah, damai dan sukacita),
yang kita diselaraskan dengan ROH (yang kita peroleh dari Roh Kudus).

Jadi ternyata kuncinya terletak pada JIWA,
dimana saat kita berhasil MENYELARASKAN pikiran, perasaan dan kehendak kita dengan ROH,
maka kita akan berhasil mengalahkan DAGING dan kita akan beroleh hidup berkemenangan.

Paulus menyadari akan hal ini,

For those who live according to the FLESH set their MINDS on the things of the flesh, but those who live according to the SPIRIT, the things of the Spirit.
For to be CARNALLY MINDED is death, but to be SPIRITUALLY MINDED is life and peace.

(Romans 8:56 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
jika DAGING yang mengendalikan PIKIRAN-mu, engkau menuju kematian,
sebaliknya jika ROH yang mengendalikan PIKIRAN-mu, engkau menuju kehidupan & kedamaian.

Perlu diingat,
bahwa berpikir kedagingan tidak berarti hanya berpikir yang termasuk dalam kategori DOSA.

Berpikir dan mempercayai apa kata dokter bukanlah dosa,
tapi itu bukan yang seharusnya dilakukan oleh kita yang sudah lahir baru,
karena Firman Tuhan berkata bahwa oleh bilur-bilurNya kita sudah sembuh.

Dashyat.

Semakin kupahami arti ayat ini,

For as he THINKS in his HEART, SO IS HE
(Proverbs 23:7a NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
apa yang engkau yakini akan terjadi pada dirimu, itulah yang akan terjadi.

Jika engkau meyakini apa kata Firman Tuhan tentang dirimu, itulah yang akan terjadi.
Sebaliknya, jika engkau menyakini apa yang dirasakan kelima indera kedaginganmu,
itulah pula yang akan terjadi.

Kuteringat perubahan yang kualami semenjak mengetahui Kebenaran ini.
Aku BELAJAR untuk mulai MELAWAN dagingku, salah satunya adalah dengan BERPUASA,
saat aku mulai merasakan ketergantunganku kepada makanan semakin meningkat.

Ya,
aku yang tadinya merasa kembung dan sakit maag jika terlambat makan,
secara tiba-tiba jadi kuat berpuasa seharian penuh dengan hanya meminum air putih.

Dashyat.

Aku juga BELAJAR untuk tidak lagi MENGAKUI,
banyak hal buruk yang dapat kurasakan melalui kelima inderaku,
jika kutahu itu BERTENTANGAN dengan Kebenaran Firman Tuhan.

Contoh, setiap kali gejala sakit datang,
aku BELAJAR untuk tidak mengakui itu dan menolaknya.

Jika engkau adalah salah satu Sahabatku,
engkau akan menyadarinya bahwa dalam tiga tahun terakhir, saat sedang menceritakan kondisiku,
aku selalu memasang STATUS yang sifatnya POSITIF di BBM-ku maupun di media sosial.

Tidak seperti aku dahulu, yang langsung meng-AMIN-kan sakit tersebut,
bahkan sampai memasang STATUS di media sosial yang menyatakan bahwa aku sakit.

Istriku bahkan kini tertular dan kita jadi saling mengingatkan satu sama lain,
saat kita mulai berkata-kata yang negatif, atau mengakui bahwa merasa sakit.

Hasilnya, puji Tuhan sudah berjalan kurang lebih tiga tahun ini,
aku tidak pernah sakit.

Dashyat.

Sayangnya harus kita akui,
hal ini masih banyak dilakukan oleh anak-anak Tuhan,
mereka mengucapkan pengakuan bahwa mereka sakit, tidak punya uang, stress,
bahkan mereka dengan “bangganya” memasang itu di STATUS media sosial mereka.

Sedihnya,
bahkan hamba Tuhan yang besar sekalipun, kutemukan masih seperti ini.

Ada yang masih bergumul dengan berat badan,
dengan sakit penyakit yang diderita cukup lama ataupun lainnya.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Ijinkan aku bertanya manakah yang lebih penting menurut Sahabats,
hadirnya sosok Yesus di hadapan kita dan hidup bersama kita seperti yang dialami oleh para murid,
ataukah memiliki Roh Kudus di dalam diri kita?

Apapun pendapatmu, kuajak Sahabats memperhatikan ayat berikut ini,

Nevertheless I tell you the truth. It is to your ADVANTAGE that I go away;
for if I do not go away, the Helper WILL NOT COME to you;
but if I depart, I will send Him to you.
(John 16:7 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
menurut pendapat Yesus, akan LEBIH MENGUNTUNGKAN bagi kita memiliki Roh Kudus,
daripada diriNya.

Tapi benarkah demikian juga pendapat dari setiap kita?
Ataukah selama ini kita cenderung KURANG MENGHARGAI keberadaan Roh Kudus dalam diri kita?

Lalu bagaimanakah caranya kita memperbaikinya,
dan mulai MENGHARGAI keberadaan Roh Kudus dalam diri kita?

For as many as are LED by the Spirit of God, these are sons of God.
(Romans 8:14 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

But if you are LED by the Spirit, you are not under the law.
(Galatians 5:18 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
Paulus menekankan kepada kita yang hidup dalam Perjanjian Baru,
betapa pentingnya hidup DIPIMPIN oleh Roh.

Bahkan ayat diatas mengkorelasikan syarat untuk menjadi anak Allah,
adalah saat hidup kita DIPIMPIN Roh Kudus.

Dan itu kupercaya, adalah bukti kita MENGHARGAI keberadaan Roh Kudus dalam diri kita.

Sayangnya bagi sebagian denominasi, hidup dipimpin oleh Roh dalam aplikasinya,
hanya didominasi dengan aktifitas BERBAHASA ROH sesering mungkin.

Tapi dalam kehidupan sehari-harinya, mereka malah secara tidak sadar dipimpin oleh daging,
dimana jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) mereka malah diselaraskan dengan daging.

Jika boleh mengutip istilah yang sedang tren saat ini,
mereka itu kuberi julukan Kristen LEBAY.

Sedikit-sedikit berdoa sambil menangis ataupun memasang status di media sosial,
seperti “Roh Kudus jangan tinggalkan aku” ataupun “Kumohon sertai aku disetiap langkahku”,
tanpa menyadari bahwa Firman (Roh) dengan tegas menyatakan bahwa,

Let your conduct be without covetousness; be content with such things as you have.
For He Himself has said, “I will NEVER LEAVE you nor FORSAKE you.”
(Hebrews 13:5 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
kita harus mulai belajar tidak terlalu terbawa EMOSI dan SENTIMENTIL lagi,
dimana walaupun suatu ketika menurut PERASAAN kita,
kita merasa sendirian dan merasa Bapa telah meninggalkan kita,
TETAP yang kita pegang teguh adalah Kebenaran Firman (Roh),
yang menyatakan bahwa Bapa TIDAK AKAN PERNAH meninggalkan kita.

Dashyat.

Selanjutnya, yang kurasa perlu juga dibahas,
adalah tentang korelasi antara “dipimpin Roh” dan status ANAK ALLAH.

Kupercaya inilah yang menjadi salah satu bagian dari PAKET yang disediakan Bapa,
agar semua kekuatiran gereja yang muncul saat kita menyadari status anak Allah,
tidak akan terjadi.

Ya,
saat kita sungguh-sungguh mengijinkan Roh Kudus memimpin hidup kita,
kekuatiran bahwa status anak Allah akan mengubah jemaat,
menjadi manja, egois dan tidak mau berkorban & melayani,
akan otomatis SIRNA.

Hal lainnya,
ijinkan aku mengupas sedikit tentang berbahasa Roh.

Karena dalam perjalananku berbahasa Roh, aku menemukan terdapat dua CARA berbahasa Roh,
yang lazim aku dan banyak Sahabats lakukan,
yang menurutku menghasilkan KUALITAS berbeda.

Cara pertama,
adalah saat aku MENGINISIASI bahasa Roh dengan upaya dagingku,
yakni aku mulai berkata-kata dalam bahasa yang aneh atau dimulai dengan AJAKAN,
dari pendeta atau pemimpin pujian di mimbar,
bagi yang bisa berbahasa Roh untuk bersama-sama berbahasa Roh.

Tapi jujur kurasakan,
aku seperti mengucapkan sebuah MANTERA yang kuulang-ulang,
dan aku tidak merasakan manfaatnya sama sekali.

Cara kedua,
adalah saat tiba-tiba, apakah sedang berdoa ataupun bernyanyi memuji Tuhan,
bibir dan lidahku tidak dapat ditahan dan otomatis aku berbahasa Roh.

Dan kurasakan sekali perbedaan pada hasilnya,
dimana dengan cara kedua ini, aku merasakan adanya energi, semangat bahkan rasa haru,
mengalir sedemikian derasnya dalam diriku.

Kuteringat begitu sulitnya aku menahannya,
hingga walaupun aku sedang menyanyi lagu praise yang bernada cepat & gembira,
tapi tetap saja aku berbahasa Roh sambil menangis tersedu-sedu.

Aku mulai merasakan,
bahwa cara kedua jauh lebih efektif dan berkualitas dalam hasilnya dibandingkan cara pertama.

Ditambah lagi,
menurutku yang lebih merefleksikan “dipimpin Roh” adalah cara kedua, bukan yang pertama.

Dashyat.

 

Sahabats yang rindu dibukakan rahasia Kerajaan Sorga,

Suatu ketika dalam diskusi pebisnis Kristen yang kuhadiri,
seorang peserta mengajukan sebuah pertanyaan yang cukup mendalam,
“Apakah unsur PEMBEDA antara kita pengusaha Kristen dan yang bukan?”

Berbagai jawaban coba dilontarkan peserta lain,
tapi tidak ada satupun yang memuaskan beliau, demikian juga diriku.

Kuteringat salah satu peserta menjelaskan perbedaaanya,
yaitu bahwa pengusaha Kristen menerapkan nilai kebenaran & kejujuran dalam bisnisnya,
akan tetapi harus kita akui juga bahwa banyak pengusaha NON Kristen,
yang juga menerapkan hal yang sama.

Seorang lain berpendapat bahwa pembedanya adalah pada hasilnya,
dimana pengusaha Kristen diberkati Tuhan,
tapi banyak pengusaha NON Kristen bahkan lebih diberkati dibandingkan kita.

Peserta lainnya menjelaskan perbedaannya adalah pada penerapan kasih kepada karyawan,
akan tetapi itupun terbantahkan karena banyak juga pengusaha NON Kristen,
yang melakukan hal yang sama bahkan lebih dibandingkan kita.

Kuteringat akhirnya kami pulang tanpa satu jawaban pun yang memuaskan.

Dari sejak itu,
seperti biasa aku mulai mengajukan pertanyaan ini kepada Roh Kudus.

Dan beberapa saat kemudian,
Roh Kudus mulai bekerja dan menginisiasi sebuah pertanyaan dalam benakku,
“Apa yang pengikut Kristus MILIKI yang tidak dimiliki oleh yang bukan pengikut Kristus?”

Butuh beberapa hari untuk merenungkannya, hingga aku memperoleh jawabannya,
yaitu ROH KUDUS.

Ya,
faktor PEMBEDA yang kupercaya bukan hanya dalam bisnis melainkan dalam seluruh kehidupan kita,
adalah bahwa kita memiliki Roh Kudus sedangkan mereka tidak.

Dan saat kita memiliki Roh Kudus,
maka kita akan memiliki semua yang dihasilkan Roh Kudus di dalam diri kita.

But the Helper, the Holy Spirit, whom the Father will send in My name,
He will TEACH you ALL THINGS, and bring to your remembrance all things that I said to you.
(John 14:26 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
kita akan DIAJARKAN tentang segala sesuatu dari Roh Kudus.

Lalu,

But you shall receive POWER when the Holy Spirit has come upon you;
and you shall be witnesses to Me in Jerusalem, and in all Judea and Samaria,
and to the end of the earth.
(Acts 1:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

You are of God, little children, and have overcome them,
because HE (Roh) who is in you is GREATER than he (roh) who is in the world.
(1 John 4:4 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Ya,
kita akan MEMPEROLEH KUASA dari Roh Kudus,
yang LEBIH BESAR dibandingkan seluruh roh yang ada di dunia,
sehingga membuat kita BERANI menghadapi dunia,
dan untuk menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi.

Kemudian,

But the FRUIT of the Spirit is love, joy, peace, longsuffering, kindness, goodness,
faithfulness, gentleness, self- control. Against such there is no law.
(Galatians 5:22-23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
kita juga akan secara otomatis tanpa perlu berupaya, MENGHASILKAN buah-buah dari Roh Kudus.

Dan kupercaya ada perbedaan yang signifikan saat kita BERUPAYA,
untuk mengasihi, memiliki sukacita, damai dan seterusnya,
dengan saat secara otomatis tanpa perlu berupaya,
Roh Kudus MENGHASILKAN buah mengasihi, sukacita, damai dan seterusnya dalam diri kita.

Sederhananya,
secara tidak sadar, kita akan LEBIH mengasihi dibandingkan saat kita berupaya untuk mengasihi,
akan LEBIH memiliki sukacita dibandingkan saat kita berupaya untuk memiliki sukacita,
dan seterusnya.

Kupercaya daftarnya masih panjang,
tapi yang pasti kini kutahu apa yang menjadi faktor PEMBEDA,
antara pengikut Kristus dan yang bukan,
yaitu kehadiran Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita.

Jadi,
jika dalam kehidupan sehari-harimu baik di rumah ataupun di kantor,
engkau masih merasakan rasa takut, kuatir, stress, tidak damai, tidak sukacita,
walaupun engkau merasa sudah dibaptis Roh Kudus,
itu berarti engkau belum hidup DIPIMPIN ROH.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kusadari bahwa aku terdiri dari tiga bagian yaitu ROH, JIWA dan TUBUH,
dimana saatku lahir baru hanya sepertiga bagian dari diriku yang sudah SEMPURNA, yakni ROH.

Kutahu juga bahwa DAGING itu lemah,
tapi bersyukur oleh karena Yesus Kristus, Bapa kini hanya melihat ROH-ku yang telah sempurna.

Kusadari juga kenapa Yesus dan juga Paulus menekankan kita untuk MEMPERBAHARUI PIKIRAN kita.
Karena syarat untuk memperoleh hidup berkemenangan di Perjanjian Baru adalah IMAN PERCAYA,
dan itu hanya bisa diraih saat JIWA yang didalamnya terdapat PIKIRAN kita,
memilih untuk SEPAKAT dengan ROH yang tidak lain adalah Kebenaran Firman Tuhan.

Kurasakan sekarang aku bisa menjalani hidup tenang & damai,
dan bisa “beristirahat” dari segala upaya2 kedaginganku yang sedemikian melelahkan selama ini,
karena kini kusadari di dalam Roh, aku TELAH selamanya berkenan di hadapan Bapa.

Imanku semakin teguh,
aku semakin mengalami janji-janji Tuhan melalui FirmanNya,
dan aku bisa mulai berfokus menjalani panggilanku mencapai garis akhir,
dan meraih trofi kemenangan yang telah disediakan bagiku.

Dan itu semua kuperoleh,
setelah kusadari Kebenaran tentang arti sesungguhnya hidup DIPIMPIN ROH.

BSD, 27 Februari 2014

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2015 in Christians

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: