RSS

Return To EDEN

07 Jan

Dear Sahabats,

Setelah 2 tulisanku sebelumnya “Hidup di MASA LALU” dan “His STORY”,
ijinkan aku menyampaikan rangkaian selanjutnya dimana kembali Roh Kudus melengkapi puzzle-Nya,
dengan menuntunku kepada ayat berikut ini,

and that He may SEND Jesus Christ, who was preached to you before,
whom heaven must receive until the times of restoration of all things,
which God HAS SPOKEN by the mouth of all His holy prophets SINCE THE WORLD BEGAN.

(Acts 3:20 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan,

Now to Abraham and his Seed were the promises made. He does not say, “
And to seeds,” as of many, but as of ONE, “ And to your Seed,” WHO IS CHRIST.

(Galatians 3:16 NKJV, pekenakan ditambahkan)

Ya,
ternyata Bapa telah merencanakan penyelamatan manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus,
dan itu sudah disampaikanNya kepada nabi-nabiNya & dituliskan dalam Alkitab,
SEJAK SEMULA.

Ini masih berkorelasi erat dengan tulisanku sebelumnya “His STORY”,
tapi seperti apakah cerita sesungguhnya & kapankah rencana penyelamatan ini diinisiasi Allah?

Untuk mengetahui jawabannya, ijinkan aku membawa Sahabats KEMBALI KE TAMAN EDEN.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Menurut Sahabats, kapankah sesungguhnya Allah SUDAH PUAS dengan manusia?
Jawabannya, saat Adam dan Hawa berada di Taman Eden sebelum jatuh ke dalam tipu muslihat iblis.

Ya, sesungguhnya saat itu Bapa SUDAH PUAS dengan manusia hasil ciptaanNya,
dimana mereka diciptakan sesuai gambaran Allah dan bercengkerama INTIM dengan Allah setiap harinya.

Pertanyaan selanjutnya,
tahukah Sahabats seperti apa KONDISI Adam dan Hawa saat di Taman Eden,
SEBELUM jatuh ke dalam tipu muslihat iblis?

Perhatikan ayat berikut ini,

This is the book of the genealogy of ADAM.
In the day that God created man, He made him in the LIKENESS OF GOD.
(Genesis 5:1 NKJV, penekanan ditambahkan)

Jawabannya adalah,
mereka dalam kondisi SERUPA GAMBARAN ALLAH, yaitu HIDUP KEKAL dan TANPA DOSA,
dimana mereka menjalin hubungan dengan Allah atas dasar CINTA TANPA SYARAT.

Sayangnya yang kemudian terjadi adalah Adam & Hawa tertipu oleh iblis,
untuk memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Allah,
dan peristiwa itu TELAH MENGUBAH SEGALANYA.
 

Perhatikan ayat lanjutannya ini,

And ADAM lived one hundred and thirty years, and begot a son in HIS OWN LIKENESS,
AFTER HIS (Adam) IMAGE, and named him Seth.
(Genesis 5:3 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Semenjak itulah manusia berada dalam kondisi TIDAK LAGI SERUPA GAMBARAN ALLAH,
melainkan berada dalam kondisi SERUPA GAMBARAN ADAM,
yaitu HIDUP TIDAK KEKAL (akan mengalami kematian) dan BERDOSA.

Parahnya lagi, oleh karena memakan buah pengetahuan BAIK dan JAHAT,
mereka telah mengubah dasar hubungannya dengan Bapa atas dasar CINTA PENUH SYARAT,
dan bukan lagi atas dasar CINTA TANPA SYARAT seperti desain awalnya.

Ya, mereka merasa harus MELAKUKAN segala sesuatu yang BAIK,
dan MENGHINDARI segala sesuatu yang JAHAT,
untuk mendapatkan cinta dan perkenanan dari Bapa.

Kupercaya inilah AKAR PENYEBAB,
kenapa seluruh anak Tuhan (termasuk penganut agama lainnya) menghabiskan seluruh hidup kerohaniannya,
TERJEBAK berfokus pada UPAYA (berbuat baik & menghindari yang jahat),
untuk mendapatkan CINTA dari Bapa.

Kupercaya juga inilah AKAR PENYEBAB munculnya AGAMA yang dalam pengertiannya,
adalah upaya manusia mendapatkan perkenanan & cinta dari Tuhan.

Dashyat.

 

Sahabats yang semakin dibukakan pemahamannya,

Kembali ke Taman Eden,
umumnya Gereja mengajarkan bahwa Adam & Hawa DIUSIR keluar Taman Eden,
sebagai HUKUMAN atas PELANGGARAN Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat.

Tapi benarkah demikian?

Then the Lord God said, “Behold, the man HAS BECOME LIKE one of Us, to KNOW GOOD and EVIL. And now, lest he put out his hand and take also of the TREE OF LIFE, and eat, and LIVE FOREVER
— therefore the Lord God SENT HIM OUT of the garden of Eden to till the ground from which he was taken
(Genesis 3:22-23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
alasan Allah TERPAKSA mengeluarkan Adam dan Hawa dari Taman Eden,
adalah karena kekuatiran mereka kemudian akan memakan buah dari Pohon Kehidupan,
yang akan mengakibatkan mereka HIDUP KEKAL dalam keadaan BERDOSA.

Ternyata,
alasannya bukanlah sebagai HUKUMAN karena Allah kecewa dan marah kepada mereka.
Terbukti, sesudah diusir dari Taman Eden, Allah pun masih tetap berhubungan baik dengan mereka.

Jadi itu berarti pengusiran Adam dan Hawa dari Taman Eden,
adalah merupakan TINDAKAN KASIH Allah kepada manusia.

Dan dari SAAT ITULAH kupercaya, Allah merencanakan untuk mengutus JURUSELAMAT (Yesus),
dengan misi untuk MENGEMBALIKAN manusia kepada KONDISI SEMULA,
saat Adam dan Hawa belum terjatuh dalam dosa.

Ya, itu sebabnya saat Allah mengadili iblis (ular) di Taman Eden, Allah berfirman sebagai berikut,

And I will PUT ENMITY between you and the woman,
And between your seed and her Seed (Yesus);
He (Yesus) shall bruise your (iblis) head, And you shall bruise His heel.

(Gen 3:15 NKJV, penekanan dan penjelasan ditambahkan)

Dan,

He who sins is of the devil, for the devil has sinned from the beginning.
For THIS PURPOSE the Son of God was manifested,
that He MIGHT DESTROY the works of the devil.
(1 John 3:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.
 

Perhatikan juga ayat ini,

For whom He foreknew, He also predestined to be conformed to the IMAGE of HIS SON,
that He might be the FIRSTBORN among many brethren.
(Romans 8:29 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Ya, ternyata bagi kita yang terlahir setelah pengurbanan Yesus di kayu salib,
telah ditetapkan untuk kembali menjadi SERUPA GAMBARAN ALLAH (Yesus),
yaitu HIDUP KEKAL dan TANPA DOSA seperti desainNya semula,
yang berujung kepada kembali DIPULIHKANNYA HUBUNGAN antara Allah dan manusia,
yaitu yang didasarkan HANYA kepada CINTA TANPA SYARAT.

Dan itu hanya bisa diselesaikan dengan mengutus Yesus sebagai JURUSELAMAT,
yang menjadi Anak Domba Allah yang dikurbankan sebagai kurban penebus dosa manusia,
dan mendamaikan kembali hubungan manusia dengan Allah.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Lalu bagaimanakah caranya Allah MENGEMBALIKAN konsep hubungan CINTA TANPA SYARAT,
untuk menggantikan konsep hubungan CINTA PENUH SYARAT yang sudah berlangsung sekian lama?

Secara ajaib Roh Kudus menuntunku kepada puzzle selanjutnya,
yang sekaligus menjawab pertanyaanku yang sudah kuajukan cukup lama kepada Roh Kudus,

“Kenapa Yesus memperkenalkan konsep hubungan Allah & manusia dengan konsep hubungan Bapa & anak?”

Ya, ternyata karena sebelumnya hubungan Allah & manusia adalah hubungan Tuan & hamba,
yang didasarkan hubungan CINTA PENUH SYARAT dimana seorang hamba,
harus melakukan berbagai UPAYA dahulu seperti bekerja dengan baik, taat perintah dan lainnya,
untuk memperoleh PERKENANAN, IMBALAN hingga CINTA dari Tuannya.

Dengan memperkenalkan konsep hubungan Bapa & anak,
kita diharapkan dapat MENGERTI dan akhirnya KEMBALI,
kepada hubungan atas dasar CINTA TANPA SYARAT seperti layaknya cinta seorang Bapa kepada anakNya.

Dashyat.
 

Tapi apakah benar demikian yang terjadi?

Bukankah bangsa Israel saat itu bahkan kupercaya itu pun terjadi hingga saat ini kepada anak-anak Tuhan,
dimana mereka malah TIDAK MENGERTI dan TIDAK MENERIMA-nya dengan baik?

Apa yang menjadi penyebabnya?

From that time Jesus began to preach and to say,
REPENT (metanoeō), for the kingdom of heaven is at hand.
(Matthew 4:17 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Seruan Yohanes Pembaptis, yang dilanjutkan Yesus tentang pertobatan,
dalam konteks bahasa aslinya sesungguhnya mengandung arti PERUBAHAN POLA PIKIR,
dan kupercaya inilah yang menjadi KUNCI dari semuanya.

Ya, keseluruhan konsep ini akan sulit diterima bahkan tidak masuk akal,
jika kita tidak mengalami perubahan pola pikir tersebut.

Semua ini TERLALU BAIK dan sangat TIDAK MASUK AKAL,
tapi bukankah itu arti sesungguhnya Gospel?

Now after John was put in prison, Jesus came to Galilee,
preaching the gospel of the kingdom of God,
and saying, “ The time is fulfilled, and the kingdom of God is at hand.
REPENT, and BELIEVE in the GOSPEL.
(Mark 1:14-15 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, ternyata alasan kita harus mengalami PERUBAHAN POLA PIKIR terlebih dahulu,
agar kita bisa mempercayai Kabar (yang terlalu) Baik ini.

Kalau tidak, akan muncul reaksi seperti yang dilakukan oleh kaum Farisi dan ahli Taurat,
yaitu menyatakan bahwa ini semua termasuk AJARAN SESAT.

Sayangnya, apa yang terjadi dahulu, itulah yang banyak terjadi sekarang,
termasuk itulah yang kualami sekarang.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kusadari kini bahwa kerinduan terbesar Allah adalah mengembalikan manusia kepada kondisi semula,
saat Adam dan Hawa belum jatuh dalam dosa.

Suatu kondisi dimana manusia SERUPA GAMBARAN ALLAH, HIDUP KEKAL dan TANPA DOSA,
dan inilah yang menjadi ALASAN diutusnya Yesus turun ke bumi menjadi Juruselamat dunia.

Kusadari kini bahwa alasan Yesus memperkenalkan konsep baru hubungan Bapa-anak,
adalah untuk menggantikan konsep lama hubungan Tuan-hamba,
yang timbul akibat Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat.

Oleh karenanya kinipun kupahami penuh,
kenapa sesungguhnya SEMUANYA TELAH DISELESAIKAN oleh Yesus Kristus di kayu salib,
dan yang perlu kita lakukan hanyalah merubah POLA PIKIR kita,
untuk bisa menerima Kabar (yang terlalu) Baik ini.

Dan itu semua dapat kupahami,
setelah aku merenungkan kembali ke saat Adam dan Hawa di Taman Eden.

Now I know, to understand it, we all must RETURN TO EDEN.

BSD, 7 Januari 2014
Robby Hadisubrata

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2014 in Christians

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: