RSS

His STORY

02 Jan

Dear Sahabats,

Sebagai seorang Professional Trainer, aku biasa memainkan berbagai rupa permainan sebagai ice-breaker,
dalam setiap pelatihan yang kubawakan.

Salah satu kunci agar peserta dapat melaksanakan permainan dengan baik,
adalah dengan menjelaskan TUJUAN (goal) yang ingin diraih melalui permainan ini.

Dengan mengetahui tujuannya, kupercaya dapat meminimalisir peserta yang SALAH,
saat melakukan permainan tersebut.

Mereka tidak akan berhenti di satu titik karena mereka tahu itu bukan tujuannya,
dan mereka juga tidak akan sibuk mengejar/menuju tujuan yang lain,
karena mereka sudah tahu apa sesungguhnya tujuan dari permainan tersebut.

Dashyat.
 

Kuteringat saat aku sedang asyik menikmati Kebenaran tentang Bapa itu KASIH,
Roh Kudus membawaku kepada sebuah pertanyaan sederhana,

“Tahukah engkau apa TUJUAN Alkitab dituliskan?”

Ya, kutahu bahwa sesungguhnya Alkitab barulah mulai ditulis oleh Musa,
yang kupercaya hanya melalui tuntunan dan hikmat Allah,
Musa mampu menuliskan seluruh kisah dari sejak awal penciptaan (Kejadian 1:1).

Tapi apa TUJUAN-nya Alkitab dituliskan, belum pernah sungguh-sungguh kurenungkan sebelumnya.

Dashyat.

 
Setahuku, doktrin yang selama ini kuterima adalah Allah memerintahkan penulisan Alkitab,
untuk menjadi sebuah TUNTUNAN bagi manusia untuk hidup di dunia,
seperti halnya BUKU MANUAL.

Dan, ayat berikut ini mendukung pemahaman tersebut:

All SCRIPTURES is given by inspiration of God, and is profitable for DOCTRINE,
for REPROOF, for CORRECTION, for INSTRUCTION in RIGHTEOUSNESS,
that the man of God may be complete, thoroughly equipped for every good work.
(2 Timothy 3:16-17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, dikatakan jelas bahwa Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan,
memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam Kebenaran,
sebagai persiapan untuk melakukan segala pekerjaan baik.

Tapi harus kuakui, tidak seperti lazimnya sebuah buku manual,
Alkitab juga merupakan sebuah buku berisi kronologi sejarah umat manusia.
Jadi, benarkah apa yang diajarkan doktrin gereja tentang tujuan dituliskannya Alkitab?

Seperti biasa, aku jadi antusias untuk mencaritahu Kebenarannya,
dan tidak butuh waktu lama kumerenungkannya, Roh Kudus menuntun hikmat pikiranku kepada sebuah ayat,

You search the Scriptures, for in them you think you have eternal life;
and these are THEY (the Scriptures) which TESTIFY OF ME.
(John 5:39 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Rasa penasaranku semakin besar untuk mengerti maksud ayat tersebut,
hingga terjemahan lain dari ayat tersebut semakin memperjelas gambarannya,

“You have your heads in your Bibles constantly because you think you’ll find eternal life there.
But you miss the forest for the trees. These Scriptures are ALL ABOUT ME!
(John 5:39 MSG, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 
Benarkah bahwa isi Alkitab sesungguhnya adalah tentang Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia?
Aku semakin antusias saat aku mempelajari berdasarkan KONTEKS TOPIK,
ternyata ayat sebelum 2 Timothy 3:16-17 menjelaskan sebagai berikut,

and that from childhood you have known the Holy Scriptures,
which are able to make you WISE for SALVATION through FAITH which is in Christ Jesus.
(2 Timothy 3:15 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, ternyata Alkitab itu memang bermanfaat mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan,
dan mendidik dalam Kebenaran, tapi dalam kaitan agar kita memiliki KEBIJAKSANAAN,
untuk bisa memahami dan menerima Keselamatan melalui IMAN kepada Yesus Kristus,
dimana dengan dasar kebijaksanaan tersebut, kita siap untuk melakukan berbagai pekerjaan baik.

Jadi, maksud ayat 2 Timothy 3:16-17 tadi bukan berfokus kepada bagaimana menghasilkan manusia,
yang berkarakter lebih baik, yang lebih kudus dan sebagainya seperti yang diajarkan doktrin gereja,
tapi fokusnya ternyata agar kita SIAP untuk menerima keselamatan Allah,
bukan melalui apa yang kita harus upayakan, tapi murni melalui IMAN kepada Sang Juru Selamat.

Jadi, ternyata adalah BENAR jika kita simpulkan bahwa Alkitab memang dituliskan,
untuk menceritakan dan mempersiapkan manusia menerima Yesus Kristus Jurus Selamat manusia.

Maka itu berarti, Alkitab sesungguhnya merupakan bagian rencana penuh KASIH dari Bapa,
untuk menyelamatkan manusia melalui AnakNya, Yesus Kristus.

Ini berarti sesuai dengan Gambaran Besar-nya, bahwa Bapa itu KASIH.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Seumpama seorang penulis menulis sebuah buku untuk menjelaskan sebuah KONSEP,
maka sudah sewajarnya saat kita membaca buku tersebut,
FOKUS-nya adalah untuk mempelajari tentang konsep tersebut,
BUKAN YANG LAIN.

Sama halnya dengan Alkitab,
jika ternyata maksud dituliskannya Alkitab adalah untuk menjelaskan sebuah KONSEP,
yaitu upaya Bapa melalui AnakNya Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia,
bukankah seharusnya FOKUS kita saat mempelajari Alkitab adalah Yesus Kristus,
BUKAN YANG LAIN?

Ya, setelah memperoleh pemahaman ini,
kini aku melihat Alkitab dari SUDUT PANDANG yang sangat berbeda.

Aku mulai berubah fokusnya,
bukan lagi mencaritahu tentang “Apa yang harus aku LAKUKAN (DO)” seperti layaknya sebuah buku manual,
melainkan mencaritahu tentang “Apa yang Bapa TELAH LAKUKAN untukku melalui Yesus Kristus,
& bagaimana MENERIMA (RECEIVE) seluruh yang telah Bapa lakukan untukku melalui Yesus”
.

Fokusku bukan lagi pada DIRIKU, fokusku kini pada BAPA & pada YESUS.

Dashyat.

 

Aku pun mulai dapat melihat bahwa sekian banyak kisah dan ayat dalam Perjanjian Lama,
sesungguhnya adalah sebuah GAMBARAN tentang Yesus,
yang tujuannya mempersiapkan kita untuk menerima karya penuh KASIH dari Bapa,
melalui Yesus Kristus Sang Juruselamat.

Aku kini jadi memahami arti ayat berikut ini,

So let no one judge you in food or in drink, or regarding a festival or a new moon or sabbaths, which are a SHADOW of THINGS TO COME, but the SUBSTANCE is of CHRIST.
(Colossians 2:16-17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

For THE LAW, having a SHADOW of the GOOD THINGS TO COME,
(Hebrews 10:1a NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata semua ritual di Perjanjian Lama bahkan keseluruhan hukum Taurat,
hanyalah sebuah BAYANGAN dari yang akan datang,
dan itu tidak lain berbicara tentang Yesus.

Dan jika Yesus sudah datang, tentu kita TIDAK PERLU berfokus pada bayanganNya lagi.

Ya, andaikan aku pergi sekian lama meninggalkan istri dan anak-anakku tercinta di rumah.
Selama di luar kota, aku melepas kerinduanku dengan melihat FOTO dari mereka di handphone-ku.
Terkadang, aku bahkan mencium foto tersebut saking rindunya aku kepada mereka.

Tapi saat aku sudah pulang ke rumah & bertemu mereka, tentu aku tidak akan lagi menciumi foto tersebut,
karena itu hanyalah BAYANGAN dan sosok aslinya kini ada di hadapanku.
Tentu aku akan langsung memeluk dan mencium mereka.

Selanjutnya,

Then the Lord said to Moses, “ Make a fiery serpent, and set it on a POLE (tiang=kayu salib);
and it shall be that everyone who is bitten, when he LOOKS at it, SHALL LIVE.
So Moses made a BRONZE SERPENT (menggambarkan penghukuman), and put it on a pole;
and so it was, if a serpent had bitten anyone, when he looked at the bronze serpent, he lived.
(Numbers 21:8-9 NKJV, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Ya, ayat ini ternyata juga menggambarkan tentang Yesus Kristus,
dimana bagi kita yang hidup dalam Perjanjian Baru,
satu-satunya cara memperoleh HIDUP (termasuk kesembuhan),
adalah dengan melihat (beriman & mengandalkan) hanya kepada Yesus Kristus Sang Juruselamat,
yang telah menerima penghukuman di kayu salib dan MATI menggantikan kita.

Dan bahwa setiap kali kita jatuh sakit,
maka kesembuhan sejati akan kita peroleh hanya dengan melihat kepada salib,
dimana Kebenarannya adalah oleh bilur-bilurNya aku SUDAH sembuh.

Demikian juga ayat ini,

For THE LAW, having a SHADOW of the GOOD THINGS TO COME,
and not the very image of the things, can never with these same sacrifices,
which they offer continually year by year, make those who approach perfect.
(Hebrews 10:1 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata maksud diturunkannya hukum Taurat & konsep persembahan anak domba sebagai penebusan dosa,
adalah sebuah GAMBARAN tentang Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang sejati,
yang nantinya akan mati untuk menebus dosa umat manusia.

Melalui itu semua,
sesungguhnya Allah sedang mempersiapkan manusia sehingga nanti saat Yesus datang,
manusia dapat dengan mudah menerima dan memahamiNya.

Sayangnya,
saat itu terjadi, banyak yang tidak paham.

Bahkan para pengikut Yesus pun beranggapan bahwa Yesus akan menjadi pemimpin bangsa Israel,
dalam pemberontakan melawan bangsa Romawi hingga akhirnya membebaskan mereka dari penjajahan,
dan mendirikan Kerajaan Israel yang merdeka.

Kuteringat Petrus bahkan pernah dengan KERAS menolak pernyataan Yesus,
tentang akhir perjalananNya di kayu salib.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Belum terlalu lama saat aku menuliskan buku ini,
bangsa Indonesia baru saja merayakan keberhasilan timnas sepakbola U-19 menjuarai Piala AFF 2013,
setelah di final berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor 7-6 melalui adu tendangan penalti.

Apapun yang terjadi selama partai final tersebut jadi TIDAK PENTING lagi,
karena pada akhirnya yang TERPENTING adalah kita sudah menang dan juara.

Adalah hal yang lucu dan janggal, jika sesudahnya kita MASIH meributkan,
perlu tidaknya pergantian pemain saat babak pertama partai final selesai,
atau perlu tidaknya mengganti strategi di babak kedua.

Itu TIDAK PENTING lagi.

Sama halnya dengan Gereja,
banyak yang masih sibuk mengajarkan hal-hal dari Alkitab yang TIDAK PENTING,
yang masih berfokus pada UPAYA MANUSIA untuk memperoleh PERKENANAN Bapa.
Mereka mengajarkan berbagai syarat yang harus kita lakukan seperti persepuluhan, persembahan, pujian,
pelayanan, baptis selam bukan percik, hidup selibat, menguduskan diri dan masih banyak lagi.

Ya, mereka masih SIBUK menghidupkan lagi hukum Taurat, tapi versi modern.
Banyak yang sudah diubah, disesuaikan, tapi pada dasarnya tetaplah secara prinsip adalah hukum Taurat.

Padahal, saat kita menyadari TUJUAN sesungguhnya dituliskannya Alkitab,
maka semua itu jadi tidak penting lagi.

Yang terpenting adalah Yesus Kristus SUDAH datang dan kita SUDAH diselamatkan
& SUDAH berkenan di hadapan Bapa untuk selamanya.

Itulah yang menyebabkan seorang Andrew Farley menuliskan sebuah buku kontroversial,
berjudul God Without Religion.

Dimana menurutnya AGAMA itu lebih berfokus kepada UPAYA MANUSIA mendekat kepada Allah,
sedangkan KEKRISTENAN sesungguhnya lebih berfokus kepada UPAYA ALLAH mendekat kepada manusia,
yang tidak lain adalah melalui karya Yesus Kristus di salib.

Ya, dengan menyadari Kebenaran ini,
kupercaya kita jadi jauh lebih menghargai Yesus dan apa yang telah diperbuatNya untuk kita.

Kita jadi BERHENTI BERUPAYA,
dan mulai menerima juga menikmati hidup di “Tanah Perjanjian”,
yang kita peroleh karena KasihNya kepada kita melalui karya Salib Kristus.
Kita TIDAK LAGI TERSESAT di padang gurun ataupun BERUPAYA KEMBALI ke tanah Mesir.

Hasilnya tentu saja kita akan menjadi SANGAT ANTUSIAS,
untuk mengabarkan Kabar Baik ini kepada semua orang,
seperti yang dirindukan Yesus untuk kita lakukan,
yaitu dengan cara berjalan dalam setiap panggilan yang ditetapkan Bapa dan berlomba mencapai garis finish,
dengan tetap mempertahankan iman kita kepada Yesus seperti yang Paulus lakukan.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kumengerti penuh, betapa pentingnya mengetahui TUJUAN Alkitab dituliskan,
karena itu akan membimbing kita kepada pemahaman yang benar saat mempelajari isinya,
juga akan menghindarkan kita dari berbagai kesalahan,
seperti berhenti dan berpuas diri pdhl belum sampai tujuan ataupun sibuk mengejar tujuan lainnya.

Kini kumengerti penuh,
ternyata tujuan Alkitab BUKAN-lah sebagai BUKU PANDUAN,
yang berisi cara-cara agar manusia hidup semakin benar, kudus dan berkenan di hadapan Bapa,
seperti yang gereja umumnya ajarkan.

Kusadari ternyata ini semua bukan tentang UPAYAKU untuk berkenan kepadaNya,
tapi tentang Dia, tentang UPAYANYA untuk menyelamatkan setiap kita,
melalui AnakNya Yesus Kristus.

Now I know, it’s all about His STORY !

 
BSD, 2 Jan 2014
KepalaBukanEkor

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2014 in Christians

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: