RSS

Hidup Di MASA LALU

25 Dec

Dear Sahabats,

Ijinkan aku membagikan perenungan terbaruku untuk menyambut hari raya Natal tahun ini.

Pada suatu hari Minggu, saat aku dan istri sedang menghadiri ibadah di sebuah gereja,
Roh Kudus memberiku PENCERAHAN yang menurutku adalah salah satu YANG TERBAIK,
yang pernah kuterima selama ini.

Apa yang disampaikan Roh Kudus sesungguhnya sangat sederhana,
hanya saja karena terlalu sederhananya, kita seringkali MENGABAIKAN-nya.

Kuingat saat itu pendeta tamu sedang berkotbah dengan penuh antusias,
tentang kisah wanita pendarahan 12 tahun yang nekat menghampiri Yesus untuk memperoleh kesembuhan.
Pendeta itu mencoba membagikan FORMULA bagaimana kita bisa tiru apa yang dilakukan wanita tersebut,
sehingga akhirnya kita pun sama seperti wanita tersebut bisa memperoleh MUJIZAT dari Yesus.

Di saat itulah, dengan halus Roh Kudus berbisik di relung hatiku,
“Kotbahnya tidak tepat karena yang dibahas adalah bagaimana HIDUP DI MASA LALU.”

Aku tertegun.

Kuteringat untuk sekitar setengah jam setelahnya,
aku tidak lagi fokus mendengarkan lanjutan kotbah tersebut sampai selesai,
aku fokus merenungkan apa maksud hikmat Roh Kudus itu.
Hingga akhirnya tepat sebelum ibadah selesai,
aku MENGERTI maksudNya.

Dashyat.

 


Sahabats yang rindu untuk juga mengerti,

Sebelum bangsa Indonesia merdeka di tahun 1945,
sejarah mencatat kita pernah dijajah oleh bangsa Belanda & Jepang.

Banyak yang bisa kita pelajari dari kisah sejarah tersebut,
tapi kita harus menyadari KONTEKS WAKTU-nya dimana kini kita hidup bukan lagi di jaman penjajahan,
melainkan di jaman MERDEKA.

Adalah kurang tepat & tidak kontekstual lagi, jika saat ini aku bertemu dengan orang Belanda dan Jepang,
lalu aku langsung mengangkat senjata dan berupaya untuk membunuh mereka.

Itu namanya, aku masih HIDUP DI MASA LALU.

Sama halnya dengan Firman Tuhan,
bahwa penting bagi setiap kita untuk memahami KONTEKS WAKTU dari setiap Firman Tuhan,
agar tidak salah mengerti.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah di Perjanjian Lama,
tapi kita harus menyadari KONTEKS WAKTU-nya dimana kita hidup bukan lagi di Perjanjian Lama,
melainkan di Perjanjian Baru.

Adalah kurang tepat dan tidak kontekstual lagi, jika aku masih menjalankan isi dari Perjanjian Lama,
padahal sudah isinya dirubah atau diganti di Perjanjian Baru.

Itu namanya, aku masih HIDUP DI MASA LALU.

Dashyat.

 


Sahabats perhatikan baik,

Kupercaya pasti ada maksud Bapa,
saat Bapa membagi Alkitab kita menjadi Perjanjian LAMA & Perjanjian BARU.

Kupercaya pasti ada maksud Bapa,
sehingga Perjanjian yang LAMA perlu diganti dengan yang BARU.

But if the ministry of death, written and engraved on stones, WAS glorious,
so that the children of Israel could not look steadily at the face of Moses
because of the glory of his countenance, which glory was PASSING AWAY,
how will the ministry of the Spirit not be MORE glorious?
(2 Corinthians 3:7 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dilanjutkan,

For if what is passing away WAS glorious, what remains is much MORE glorious.
(2 Corinthians 3:11 NKJV, penekanan ditambahkan)

Perikop tersebut berjudul “Glory of the New Covenant”,
dimana dijelaskan bahwa Perjanjian BARU jauh lebih CEMERLANG (glorious),
dibandingkan Perjanjian LAMA yang telah pudar (passing away).

Itu berarti memang ada maksud Bapa,
yang menginginkan kita HIDUP di Perjanjian yang BARU,
dan bukan lagi hidup di Perjanjian yang LAMA.

Agar kita tidak terjebak, HIDUP DI MASA LALU.

Dashyat.

 

Sahabats yang semakin mengerti,

Setelah kita setuju betapa pentingnya untuk tidak lagi hidup di Perjanjian Lama,
melainkan seharusnya kita hidup di Perjanjian Baru sesuai keinginan Bapa,
ijinkan aku bertanya, “Kapankah Perjanjian Baru dimulai?”.

Apakah saat Yesus lahir di dunia (Matius 1:1)?
Apakah saat Yesus memulai pelayananNya?

Sesungguhnya, BUKAN itu Kebenarannya.

Pernahkah Sahabats menanyakan hal ini, kenapa Yohanes Pembaptis bahkan Yesus sendiri,
menyerukan “Kerajaan Sorga sudah DEKAT dan bukannya “… sudah DATANG?

Karena memang Perjanjian Baru belum dimulai, sebelum peristiwa SALIB Kristus,
yang disertai kebangkitanNya dan terangkatnya Yesus ke Sorga untuk duduk di tahta Kerajaan Sorga.

Sesungguhnya, ITULAH Kebenarannya.

Dashyat.
 
Dan kita perlu menyadari bahwa,
ada yang BERBEDA hidup SETELAH peristiwa salib dibanding SEBELUM,
ada yang BERBEDA hidup di Perjanjian BARU dibanding di Perjanjian LAMA.

Salah satu perbedaan hidup di Perjanjian BARU dibanding di Perjanjian LAMA,
adalah dalam hal IMAN manusia kepada Bapa.

Di Perjanjian LAMA khususnya sebelum Yesus memulai pelayananNya,
IMAN yang dimiliki bangsa Israel adalah,

“Allah MAMPU tapi BELUM MAU”.

Oleh karenanya,
bangsa Israel sibuk melakukan berbagai hal termasuk menjalankan hukum Taurat,
untuk memenuhi syarat & pada akhirnya membuat Allah JADI MAU.
Iman yang lebih didominasi UPAYA (works) manusia ini,
malahan oleh Paulus dikategorikan BUKAN termasuk jenis iman,

Yet the law is NOT OF FAITH, but “the man who DOES them shall live by them”.
(Galatians 3:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
jika untuk memperoleh seluruh kebaikan Bapa, kita diminta untuk memenuhi syarat-syarat tertentu,
maka yang kita harus lakukan hanyalah memenuhi syarat tersebut dan tidak dibutuhkan iman untuk itu.

Dashyat.
 
Iman jenis kedua,
adalah iman yang dimiliki bangsa Israel di saat pelayanan Yesus selama 3,5 tahun, yaitu,

“Allah MAMPU & MAU”.

Saat itu bangsa Israel mulai melihat dan menyadari,
betapa Yesus MAMPU & MAU menolong siapapun yang datang kepadaNya,
tanpa SYARAT apapun yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Engkau tidak perlu KUDUS dahulu,
engkau tidak perlu MENGAKU DOSA dahulu,
engkau tidak perlu BERTOBAT dahulu.

Perhatikan bahwa sesungguhnya saat itu bangsa Israel masih hidup dengan iman jenis pertama,
terbukti dimana hanya ada 2 orang yang Yesus puji karena BESAR IMAN-nya,
wanita dari Kana (Mat 15:28) & perwira Romawi (Luk 7:9),
dan ironisnya, keduanya BUKAN bangsa Israel.

Dashyat.
 
Iman jenis ketiga,
adalah iman yang seharusnya dimiliki oleh pengikut Kristus,
yang sudah hidup dalam Perjanjian Baru, sudah lahir baru & dibaptis Roh Kudus, yaitu,

“Allah MAMPU, MAU & TELAH MENYEDIAKANNYA DI SALIB”.

Ya,
walau kita bangga sebagai orang Kristen (yang artinya adalah pengikut Kristus),
tapi kutemukan banyak anak Tuhan, sadar tidak sadar seringkali TIDAK MENGHARGAI,
apa yang Yesus telah lakukan di kayu salib.
 

Contohnya saat berbicara tentang STATUS,
melalui Peristiwa Salib kita telah diangkat jadi ANAK Allah,
dan oleh karenanya kita BERHAK memperoleh WARISAN.

Therefore you are no longer a SLAVE but a SON,
and if a son, then an HEIR of God through Christ.
(Galatians 4:7 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk belajar & diajarkan bagaimana menjadi HAMBA yang baik,
padahal yang lebih tepat adalah belajar & diajarkan bagaimana menjadi ANAK yang baik.

 
Contoh lainnya saat berbicara tentang PENGAMPUNAN DOSA,
melalui Peristiwa Salib seluruh dosa kita telah DITANGGUNG Yesus Kristus,
seluruh dosa kita telah DIAMPUNI & kita telah DIDAMAIKAN dengan Bapa.

He has delivered us from the power of darkness
and conveyed us into the kingdom of the Son of His love,
in whom we have REDEMPTION through His blood, the FORGIVENESS OF SINS.
(Collosians 1:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Bahkan ternyata yang telah diampuni bukan hanya dosa masa lalu dan masa kini,
melainkan juga dosa MASA DEPAN kita pun TELAH diampuni,

By that will we have been SANCTIFIED
through the offering of the body of Jesus Christ ONCE FOR ALL.
(Hebrews 10:10 NKJV, penekanan ditambahkan)

dan,

Not with the blood of goats and calves,
but with His own blood He entered the Most Holy Place ONCE FOR ALL,
having obtained ETERNAL REDEMPTION.
(Hebrews 9:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

juga,

who does not need daily, as those high priests, to offer up sacrifices,
first for His own sins and then for the people’s,
for this He did ONCE FOR ALL when He offered up Himself.
(Hebrews 7:27 NKJV, penekanan ditambahkan)

Bahkan Bapa berfirman tidak akan mengingat lagi akan dosa kita,

For I will be merciful to their unrighteousness,
and their SINS and their LAWLESS DEEDS I will remember NO MORE.
(Hebrews 8:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan kita sudah kudus di hadapan Bapa oleh karena Yesus,

For as by one man’s disobedience many were made sinners,
so also by one Man’s (Yesus) obedience many will be MADE RIGHTEOUS.
(Romans 5:19 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk mengingatkan Bapa lagi tentang setiap dosa yang kita perbuat,
dan sibuk berdoa memohon Bapa untuk mengampuni dosa kita lagi.

Dashyat.

 
Contoh selanjutnya saat berbicara tentang BERKAT,
kita sudah menjadi KAYA karena pertukaran Ilahi di kayu salib,
sehingga dengan status ANAK yang kita sandang, kita layak memperoleh WARISAN milik Bapa.

For you know the grace of our Lord Jesus Christ, that though He WAS RICH,
yet for your sakes He BECAME POOR, that you through His poverty might BECOME RICH.
(2 Corinthians 8:9 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga termasuk kesembuhan dari penyakit,

who Himself bore our sins in His own body on the tree,
that we, having died to sins, might live for righteousness —
by whose stripes you WERE HEALED.
(1 Peter 2:24 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk memberitahu Bapa bahwa kita masih belum memperoleh berkat,
dengan sibuk berdoa memohon Bapa untuk memberkati kita lagi.

Dan daftarnya masih panjang,
karena kita telah menerima SEMUA BERKAT di alam roh menurut Firman berikut ini,

Blessed be the God and Father of our Lord Jesus Christ,
who has blessed us with EVERY SPIRITUAL BLESSING in the heavenly places in Christ
(Ephesians 1:3 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Ijinkan aku bertanya kepada setiap Sahabats,
kapankah sesungguhnya kita paling membutuhkan IMAN?

Di masa Perjanjian Lama sebelum pelayanan Yesus,
di masa Perjanjian Lama saat Yesus melayani,
atau di masa Perjanjian Baru setelah peristiwa Salib?

Menurutku, di masa setelah peristiwa Salib.

Kenapa?
Karena semakin konsepnya TIDAK MASUK AKAL,
maka kita membutuhkan IMAN untuk mempercayainya.

Dan Kabar Baik tentang Allah MAMPU, MAU & TELAH menyelesaikan semuanya di Kayu Salib,
adalah termasuk konsep yang tidak masuk akal, terlalu baik untuk jadi kenyataan.
Disitulah kita sungguh-sungguh membutuhkan IMAN.

Perhatikan beberapa ayat ini yang menekankan betapa pentingnya IMAN untuk hidup dalam Perjanjian Baru,

For by grace you have been saved THROUGH FAITH,
and that not of yourselves; it is the gift of God,
(ephesians 2:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kemudian,

For you are all sons of God THROUGH FAITH in Christ Jesus.
(Galatians 3:26 NKJV, penekanan ditambahkan)

lalu,

Therefore, having been justified BY FAITH,
we have peace with God through our Lord Jesus Christ,
through whom also we have access BY FAITH into this grace in which we stand,
and rejoice in hope of the glory of God.
(Romans 5:1-2 NKJV, penekanan ditambahkan)

dan,

But WITHOUT FAITH it is IMPOSSIBLE to please Him,
for he who comes to God must believe that He is,
and that He is a rewarder of those who diligently seek Him
(Hebrews 11:6 NKJV, penekanan ditambahkan)

lainnya,

But he who doubts is condemned if he eats, because he does not eat from faith;
for WHATEVER is NOT FROM FAITH is SIN.
(Romans 14:23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan masih banyak lagi.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Kuteringat suatu ketika aku berdiskusi dengan seorang anak Tuhan di media sosial,
yang berujung kepada pengenalanku pertama kalinya pada sebuah aliran yang disebut PREDESTINED.
Menurut penganut aliran ini, Bapa sejak semula telah MENETAPKAN orang-orang tertentu untuk diselamatkan,
yang berarti juga bahwa sisanya adalah orang-orang yang TIDAK DITETAPKAN,
sehingga mereka akan masuk neraka.

Dia menggunakan ayat-ayat berikut ini,

For whom He foreknew, He also PREDESTINED to be conformed to the image of His Son,
that He might be the firstborn among many brethren.
Moreover whom He PREDESTINED, these He also called;
whom He called, these He also justified; and whom He justified, these He also glorified.
(Romans 8:29-30 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

just as He CHOSE us in Him before the foundation of the world,
that we should be holy and without blame before Him in love,
having PREDESTINED us to adoption as sons by Jesus Christ to Himself,
according to the good pleasure of His will,
(Ephesians 1:4-5 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kuteringat saat itu aku tidak bisa menjelaskannya.
Aku hanya bisa berkata jujur bahwa aku belum tahu jawabannya,
tapi aku berjanji akan bertanya kepada Roh Kudus dan kupercaya PASTI aku akan mengerti tentang semua ini.

Yang kutahu pasti bahwa pemahaman predestined tersebut BERTENTANGAN, dengan Allah itu KASIH,
dan betapa Allah mengasihi SEMUA MANUSIA dengan rela mengutus Yesus yang sangat dikasihiNya,
untuk mati bagi kita saat kita masih berdosa (John 3:16).

Dan jika semua telah ditetapkan Allah untuk menerima keselamatan atau tidak,
lalu untuk apalagi kita diperintahkan Yesus mengabarkan Kabar Baik sampai ke ujung bumi?

Dashyat.
 

Lalu terbukti,
hikmat Roh Kudus yang membawaku kepada pemahaman tentang Hidup di Masa Lalu inilah,
yang membuatku mengerti jawabannya.

Yaitu bahwa sesungguhnya,
Bapa tidak menentukan dari sejak semula, orang-orang tertentu untuk diselamatkan.

Yang dimaksud Paulus dengan ayat-ayat di atas adalah bahwa,
bagi SEMUA MANUSIA yang dilahirkan ke dunia SETELAH peristiwa Salib,
sesungguhnya TELAH DITENTUKAN untuk hidup di Perjanjian Baru,
dan menerima keselematan yang dari Bapa melalui Yesus Kristus.

Setiap kita memperoleh ANUGERAH keselamatan yang sama,
dimana Bapa tidak membeda-bedakan apalagi PILIH KASIH.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kita tidak membutuhkan FORMULA bagaimana memperoleh kesembuhan seperti wanita pendarahan 12 tahun,
karena kita hidup di jaman yang BERBEDA dengan wanita tersebut.

Dan Kebenarannya bahwa kita hidup di jaman Perjanjian Baru dan TELAH diangkat menjadi anak Bapa,
dan oleh karenanya kita sesungguhnya TELAH MENERIMA segala yang terbaik,
yang telah disediakan Bapa buat setiap kita,
tanpa PILIH KASIH.

Dan kini kumengerti,
AKAR penyebab kenapa banyak anak Tuhan tidak mengalami hidup yang berkemenangan,
dan menerima segala yang terbaik dari Bapa.

Itu semua disebabkan ketidaktahuan mereka terhadap Kebenaran,
yang membuat mereka terjebak HIDUP DI MASA LALU.
 

BSD, 25 Desember 2013
Robby Hadisubrata

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2013 in Christians

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: