RSS

Pikul SALIB

01 Jun

Dear Sahabats,

And he who does not take his CROSS and follow after Me is not worthy of Me.
(Matthew 10:38 NKJV, penekanan ditambahkan)

Belum lama ini salah seorang kerabatku meninggal dunia,
setelah terserang stroke beberapa tahun sebelumnya.

Kuteringat,
saat dahulu kerabatku ini masih hidup dalam kondisi terserang stroke,
istrinya pernah bertutur bahwa peristiwa ini adalah SALIB yang Bapa berikan padanya,
dimana Bapa bermaksud untuk mendatangkan kebaikan baginya.

Ya,
istrinya percaya bahwa Bapa ingin MENDIDIK banyak hal dari kejadian ini,
seperti kesabaran, kesetiaan, menjadi pribadi yang kuat, dan banyak lagi.

Sungguh,
itu suatu penuturan yang sangat rohani,
itu suatu penuturan yang sangat bijaksana,
itu sebuah RESPON HATI yang sangat BAIK.

Itu BAIK, tapi itu SALAH.

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh keingintahuan,

Kembali tanpa bosan aku mencoba mengingatkan,
untuk mempelajari Firman Tuhan harus SESUAI KONTEKS-nya,
karena jika tidak maka Kebenaran akan jadi ketidakbenaran.

Dashyat.

Dalam kejadian ini,
saat kita juga membaca ayat2 sebelumnya dan sesudahnya,
konteks-nya adalah Yesus sedang menjelaskan,
bahwa siapapun yang memberitakan INJIL (Kabar Baik),
pasti akan mengalami PENYIKSAAN dari mereka yang menentangnya.

Ya,
salib yang Yesus pikul,
adalah salib yang DIPAKSAKAN untuk Yesus pikul,
oleh orang-orang Farisi & para ahli Taurat yang menentangNya.

Ya,
salib yang Yesus pikul,
bukanlah sebuah DIDIKAN (baca: cobaan) dari Bapa untuk Yesus pikul,
untuk mengajarkan Yesus arti kesabaran, kesetiaan dan lainnya.

Dashyat.

 
Jadi,
istilah PIKUL SALIB hanyalah tepat,
jika Sahabats menjadi alatNya dan menyebarkan Kabar Baik,
dan oleh karenanya Sahabats mengalami berbagai ANIAYA,
dari pihak-pihak yang menentangnya.

Dashyat.
 

Seperti apa yang baru saja kualami saat aku menyebarkan sebuah Kabar Baik,
tentang persembahan yang berkenan di Perjanjian Baru (baca tulisanku “Persembahan Yang BERKENAN“),
dimana kita tidak perlu lagi memberikan PERSEPULUHAN,
dan aku mengalami “ANIAYA” dari pihak-pihak yang menentangnya.

Ya,
selama ini aku memang seringkali menuliskan Kebenaran yang BERBEDA,
dari yang biasa Sahabats dengar pada umumnya di gereja.

Dan sudah seringkali pula aku menerima “ANIAYA” dari pihak-pihak yang tidak sependapat,
tapi baru kali inilah aku merasakan “ANIAYA” yang sedemikian BERAT.

Aku ditegur karena mengajarkan hal yang BERTENTANGAN dengan DOKTRIN gereja,
Aku “dihakimi” oleh pihak gereja bahkan oleh beberapa sahabatku & dibilang SESAT.

Lalu,
Aku “dipecat” dari jabatanku sebagai Ketua Rayon kelompok sel,
dan akhirnya Aku “dipecat” dari gereja lokalku.

Apakah mungkin itu penggenapan FirmanNya,

For where your TREASURE (harta) is, there your HEART will be also.
(Matthew 6:21 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Tapi yang pasti,
itulah arti sesungguhnya dari istilah PIKUL SALIB.

Dashyat.
 

Kuingat kemudian,
aku ditawarkan untuk berhenti menyebarkan Kabar Baik itu,
dan kembali kepada DOKTRIN gereja yang dahulu kupercaya.

Tapi bukankah jika aku menerimanya,
itu berarti aku MENGHINDARI untuk PIKUL SALIB,
dan aku masuk dalam kategori orang yang “TIDAK LAYAK” bagi Yesus ?

Tentu saja,
tawaran itu aku TOLAK mentah-mentah.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Kuakui pada awal aku memikul salib itu,
aku masih TETAP antusias untuk terus mempelajari Kebenaran Firman.

Tapi jujur setelah beberapa saat,
aku KEHILANGAN antusias itu dan perlahan-lahan tanpa kusadari,
aku tidak lagi mempelajari Firman se-antusias sebelumnya.

Aku mulai merasakan DAMPAK dari ANIAYA tersebut,

Aku merasa “DOWN”.

Dashyat.
 

Puji Tuhan,
jika setelah berminggu-minggu aku merasa DOWN,
Roh Kudus bukakan Firman ini kepadaku,

These likewise are the ones sown on stony ground who, when they hear the word, immediately receive it with gladness; and they have no root in themselves, and so endure only for a time. Afterward, when tribulation or PERSECUTION (aniaya) arises for the word’s sake (oleh karena Firman), immediately they stumble.
(Mark 4:16-17 NKJV, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Ayat diatas merupakan bagian dari perumpamaan tentang BENIH yang menceritakan kepada kita,
ada benih (Firman) yang ditaburkan dan jatuh kepada 4 jenis tanah (hati),
yang kupercaya juga merupakan TAHAPAN yang setiap kita harus lewati,

dimana dijelaskan di level kedua bahwa,
benih Firman tidak bisa bertumbuh karena adanya ANIAYA.

Dan,
itulah yang kualami,
itulah yang menggambarkan kondisi hatiku saat ini,
dan di level itulah ternyata aku sekarang berada.

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh pengertian,

Kusadari kini setelah 8 tahun semenjak pertobatanku,
aku baru saja NAIK LEVEL.

Ya,
selama ini aku tidak mengerti Kebenaran Firman Tuhan,
karena aku hanya mengandalkan apa yang dikatakan doktrin gereja & hamba Tuhan,
& bukannya meminta bimbingan Roh Kudus untuk belajar mengerti setiap Firman Tuhan,

yang mengakibatkan iblis berulang kali BERHASIL MENCURI-nya daripadaku,
sehingga aku BELUM mengalami hidup berkemenangan seperti yang dijanjikanNya.

Belum lama ini,
aku mulai dibukakan Roh Kudus tentang Kebenaran Firman yang sesungguhnya,
aku mulai tidak lagi mengandalkan apa kata doktrin gereja atau hamba Tuhan yang seringkali SALAH,
dan aku mulai merasakan KEMERDEKAAN dari belenggu tipu muslihat iblis selama ini,
dimana aku mulai merasakan KEMENANGAN dari berbagai tipu muslihat iblis,

lalu oleh karenanya aku mengalami ANIAYA,
yang mengakibatkan aku KEHILANGAN benih Firman tersebut,
saat belum mengakar kuat dalam hatiku.

Dashyat.

 

Sahabats yang siap memikul salib,

Kecenderungan RESPON manusia dalam kondisi di-ANIAYA,
adalah MELAWAN ataupun MENYERAH.

Kuteringat saat itu,
aku mulai BERDEBAT dengan mereka yang menganiaya-ku,
aku mulai MEMBELA diriku dan mencoba membuktikan bahwa aku benar.

Hingga belum lama ini Bapa berbicara padaku melalui kotbah seorang hambaNya,
dimana aku diminta untuk FOKUS dan STAY on TRACK,
dalam pertandingan lari yang sedang kujalani.

Ya,
dalam sebuah pertandingan lari yang disaksikan banyak penonton,
adalah sangat tepat jika pelari TETAP FOKUS berlari menuju garis finish,
dan bukannya berhenti untuk BERDEBAT dengan penonton.

Karena,
kalaupun dia berhasil MENANG dalam perdebatannya dengan penonton,
dia akan TETAP KALAH dalam pertandingan lari tersebut.

Dashyat.
 

Lebih parah lagi,
jika pelari tersebut memutuskan untuk TIDAK MELANJUTKAN pertandingan,
hanya oleh karena komentar ataupun kritik dari penonton.

Dia memutuskan untuk TIDAK menjadi pemenang,
Dia memutuskan untuk jadi pihak yang KALAH.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kubersyukur jika saat ini aku telah MEMUTUSKAN,
untuk melanjutkan perlombaan dan fokus berupaya untuk mencapai garis finish,
apapun jenis ANIAYA yang akan kuhadapi.

Kusadari,
di satu sisi aku BERSEMANGAT, karena berhasil NAIK LEVEL,
tapi di sisi lain aku MARAH, karena membutuhkan 8 tahun untuk naik HANYA satu level.

Tapi itulah perjalananku,
yang tentu saja kuyakin BERBEDA dari perjalanan setiap Sahabats.

Dan satu pelajaran yang sangat berharga telah kuperoleh,
yaitu aku telah mengerti apa arti sesungguhnya dari,

PIKUL SALIB.
 

BSD, 1 Juni 2013
Robby Hadisubrata

 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2013 in Christians

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: