RSS

Sebuah PERTUMBUHAN

19 Apr

Dear Sahabats,

I write to you, LITTLE CHILDREN,
Because your sins are forgiven you for His name’s sake.
I write to you, FATHERS,
Because you have known Him who is from the beginning.
I write to you, YOUNG MEN,
Because you have overcome the wicked one.

I write to you, LITTLE CHILDREN,
Because you have known the Father.
I have written to you, FATHERS,
Because you have known Him who is from the beginning.
I have written to you, YOUNG MEN,
Because you are strong, and the word of God abides in you,
And you have overcome the wicked one.
(1 John 2:12-14, NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

Tahukah engkau,
ada banyak PERUBAHAN yang disampaikan Yesus,
kepada bangsa Israel saat Dia memulai pelayananNya di dunia.

Yang pertama,
Yesus memperkenalkan konsep KERAJAAN ALLAH.

Jesus answered and said to him, “ Most assuredly, I say to you, unless one is BORN AGAIN, he cannot SEE the KINGDOM OF GOD.”
(John 3:3, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata syarat utk bisa MELIHAT Kerajaan Allah,
adalah mengalami KELAHIRAN BARU.

Selanjutnya,

Jesus answered, “ Most assuredly, I say to you, unless one is born of WATER and THE SPIRIT, he cannot ENTER the KINGDOM OF GOD.
(John 3:5, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata SYARAT untuk bisa MASUK Kerajaan Allah,
adalah mengalami KELAHIRAN (baptisan) dalam AIR & ROH.

For as many as are LED by the Spirit of God, these are SONS of God. For you did not receive the spirit of bondage again to fear, but you received the Spirit of ADOPTION by whom we cry out, “ Abba, Father.”
(Romans 8:14-15, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
setelah kita lahir baru, menerima baptisan air & Roh,
dan hidup kita mulai DIPIMPIN oleh ROH,
kita resmi diangkat menjadi ANAK Allah, bukan lagi hamba.

Ya,
di dalam Perjanjian Baru,
Yesus memperkenalkan konsep yang BERBEDA dengan Perjanjian Lama,
tentang HUBUNGAN antara Allah dengan manusia.

Dari semula konsep hamba-Tuan,
menjadi konsep anak-Bapa.

Itulah sebabnya FirmanNya berkata,

“I write to you, LITTLE CHILDREN,
Because you have KNOWN the FATHER.”

Dashyat.

Dan,
seperti layaknya kelahiran jasmani yang menghasilkan bayi jasmani,
kelahiran rohani pun menghasilkan BAYI ROHANI.

Lalu,

Assuredly, I say to you, whoever does not RECEIVE the kingdom of God as a LITTLE CHILD will by no means ENTER it.”
(Mark 10:15, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
sebagai seorang bayi, tidak ada yang bisa dilakukannya selain MENERIMA.

Oleh karenanya Yesus menekankan bahwa di fase bayi ini,
tugas kita hanyalah belajar MENERIMA semua Kasih Karunia Tuhan,
termasuk menerima penghapusan DOSA kita dahulu, sekarang & selamanya,
oleh karena karya Yesus di kayu salib.

Itulah sebabnya tertulis,

“I write to you, LITTLE CHILDREN,
Because your sins are FORGIVEN you for His name’s sake.”

Inilah tahapan pertama hidup dalam Perjanjian Baru,
Inilah tahapan pertama hidup dalam Kerajaan Allah,
yakni menjadi ANAK-ANAK.

Dan sejujurnya Sahabats,
walaupun pertobatanku dan kelahiran baruku sudah memasuki tahun KETUJUH,
aku baru sungguh-sungguh MENGERTI & belajar MENERIMA kira-kira di tahun KEENAM,
oleh karena bantuan hambaNya Joseph Prince & Andrew Wommack.

Aku baru sadar di tahun keenam pertobatanku,
aku harus memulai pertumbuhanku dengan memasuki fase ANAK-ANAK,
yakni dengan MEMAHAMI sepenuhnya & belajar MENERIMA.

Dashyat.

 

Sahabats yang dikasihi Tuhan,

Di dalam pelayananNya,
Yesus juga memperkenalkan satu tokoh baru kepada manusia,
yaitu tokoh si jahat, IBLIS.

Dahulu dalam Perjanjian Lama,
manusia punya persepsi bahwa segalanya BERASAL dari Tuhan,
apakah itu hal BAIK maupun BURUK.

Akan tetapi dalam Perjanjian Baru Yesus menjelaskan,
bahwa hal BAIK datangnya dari Tuhan,
sedangkan hal BURUK datangnya dari iblis.

The thief (iblis) does not come except to STEAL, and to KILL, and to DESTROY. I have come that they may have LIFE, and that they may have it more abundantly.
(John 10:10, NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Bahkan Yesus menjelaskannya dengan perumpamaan,
dimana Bapa tidak mungkin memberikan batu jika anaknya meminta roti,
juga ular jika anaknya meminta ikan.

Ya, memang seorang Bapa pasti mendidik (menghajar) anaknya,
tapi yang pasti bukan dengan cara SENGAJA,
menimpakan penyakit, badai hidup, kecelakaan, perceraian atau lainnya.

Kita saja sebagai bapak jasmani,
tidak akan SENGAJA membiarkan anak kita TERTABRAK mobil,
hanya untuk mengajarkan anak kita bagaimana cara menyeberang jalan.

Apalagi Bapa Sorgawi yang Maha Kasih itu.

All Scripture is given by inspiration of God, and is profitable for DOCTRINE, for REPROOF, for CORRECTION, for INSTRUCTION in righteousness,
(2 Timothy 3:16 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
cara Bapa mendidik adalah CUKUP melalui FirmanNya,
dan itu terkadang rasanya SAKIT seperti layaknya “dihajar”.

Yakobus memahami konsep ini dan menuliskannya dengan tegas,

Let no one say when he is tempted, “I am tempted BY God”; for God cannot be tempted by evil, nor does He Himself tempt anyone.
(James 1:13, NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.
 

Ada Sahabats yang beranggapan itu bisa jadi sebuah UJIAN buat kita.
Tapi tahukah engkau, UJIAN lebih tepat dilakukan oleh seorang TUAN kepada HAMBA-nya,
bukan seorang BAPA kepada ANAK-nya.

Pernahkah kita melihat seorang bapa jasmani sengaja MENGUJI anaknya,
untuk melihat KESETIAAN anaknya kepada dirinya?

Tentu TIDAK.

Apalagi Bapa Sorgawi yang Maha Kasih itu.

Dashyat.

 

Sahabats yang terus bertumbuh,

Setelah kita mulai paham konsep 2 tokoh ini,
Yesus mengajarkan kita untuk mulai BERPERANG melawan si jahat,
seperti ditunjukkannya saat Dia mengusir roh jahat dari orang kerasukan & menyembuhkan berbagai penyakit.

Dan,

Therefore submit to God. RESIST the devil and he will FLEE from you.
(James 4:7, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
saat kita memutuskan untuk mulai BERPERANG,
iblis akan LARI daripadamu,
kita PASTI meraih KEMENANGAN,
karena itulah salah satu HASIL dari karya Yesus di salib bagi kita.

Disaat inilah kita mulai mengalami PERTUMBUHAN,
dari bayi & kanak-kanak bertumbuh menjadi ANAK MUDA.

Oleh karenanya tertulis,

“I have written to you, YOUNG MEN,
Because you have OVERCOME the wicked one.”

Dashyat.

Salah satu ciri pertumbuhan menjadi ANAK MUDA lainnya,
adalah saat kita mulai memahami Firman sesuai KONTEKS-nya,
dan Firman itu TERTANAM KUAT dalam hati kita.

Tahukah Sahabats,
Firman Tuhan jika tidak dipelajari sesuai KONTEKS-nya,
dapat memberi pemahaman yang berbeda dan salah?

Sebagai contoh apa yang telah kusampaikan diatas,
saat kita mempelajari Perjanjian Lama tanpa mengetahui KONTEKS-nya,
kita sangat mudah terjebak menganggap bahwa Bapa,
yang bertanggung jawab (mengijinkan) atas penyakit, badai hidup atau lainnya,
untuk MENDIDIK kita.

Tapi saat kita tahu konteksnya,
kita tidak lagi salah mengartikan Firman itu,
Firman itu tertanam kuat dalam hati kita,
dan IMAN kita bertumbuh menjadi KUAT & SOLID.

Karena,

So then FAITH comes by hearing, and hearing by the word of God (konteksnya berbicara tentang Gospel/Kabar Baik).
(Romans 10:17, NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Kita TIDAK PERNAH RAGU lagi akan KASIH Bapa kepada kita,
kita tidak akan pernah lagi MENUDUH Bapa atas keburukan yang kita alami,
melainkan kita akan SEPENUHNYA sadar bahwa ini adalah ulah iblis,
dan dengan mantap kita BERPERANG melawannya,
dan beroleh KEMENANGAN.

Oleh karenanya tertulis,

“I have written to you, YOUNG MEN,
Because you are strong, and the word of God abides in you,
And you have overcome the wicked one.”

Dashyat.

 

Sahabats yang dipenuhi kasih Bapa,

Tahapan selanjutnya dari PERTUMBUHAN kita sebagai anak Allah,
adalah dari orang muda menjadi BAPA (dewasa).

Dikatakan hingga 2 kali diulang sama persis,

“I write to you, FATHERS,
Because you have known Him who is from the beginning.”

Artinya kita sudah menjadi BAPA (dewasa),
saat tingkat PENGENALAN akan Bapa sudah sangat mendalam.

Kita sungguh-sungguh mengenal Allah,
dari sejak mula (Kejadian) hingga akhir (Wahyu) bahkan hingga saat ini,
yaitu sebagai Bapa yang penuh KASIH.

He who does not love does not know God, for GOD IS LOVE.
(1 John 4:8, NKJV, penekanan ditambahkan)

Kita telah mengerti GAMBARAN BESAR-nya.

Kita mengerti dibalik dari peristiwa diusirnya Adam & Hawa, Allah itu KASIH.
Kita mengerti dibalik dari peristiwa Sodom & Gomora, Allah itu KASIH.
Kita mengerti dibalik dari peristiwa air bah Nuh, Allah itu KASIH.
Kita mengerti dibalik dari kisah Ayub, Allah itu KASIH.
Kita mengerti dibalik dari hukum Taurat yang “kejam”, Allah itu KASIH.

Kita mengerti dari AWAL hingga AKHIR, Allah itu KASIH.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kusadari dalam kehidupan kekristenan,
kita haruslah mengalami PERTUMBUHAN.

Akan tetapi pertumbuhan yang BENAR baru akan terjadi,
saat kita mengerti KONTEKS Firman Tuhan,
yakni bahwa pertumbuhan kita adalah selaku ANAK bukan HAMBA.

Dan barulah setelah itu,
kita sungguh-sungguh mengalami,

SEBUAH PERTUMBUHAN.
 

BSD, 25 Oktober 2012
KepalaBukanEkor

 
Leave a comment

Posted by on April 19, 2013 in Christians

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: