RSS

Persembahan Yang BERKENAN

10 Apr

Dear Sahabats,

but he answered his father, Look, these many years I have SERVED you, and I NEVER DISOBEYED your command, yet you never gave me a young goat, that I might celebrate with my friends.
And he said to him, Son, you are always with me, and ALL that is mine IS YOURS.
(Luke 15:29 & 31 ESV, penekanan ditambahkan)

Kupercaya, hampir semua Sahabats telah sedemikian mengenal perumpamaan ini,
tapi ijinkan kali ini aku membawa Sahabats pada perenungan yang BERBEDA.

Dashyat.

 
Kenapa Yesus menjelaskan perumpamaan ini?

Untuk menunjukkan KASIH Bapa yang TANPA SYARAT kepada anakNya.

Ya,
tapi kenapa Yesus PERLU menjelaskan tentang kasih Bapa yang tanpa syarat kepada anakNya?

Karena ada yang AKAN BERUBAH pada hubungan Allah dengan manusia,
SETELAH pengorbananNya di salib,

Yaitu dari hubungan Tuan-hamba menjadi Bapa-anak.

Dashyat.

 
Jadi Yesus merasa perlu menyampaikan perumpamaan ini,
karena POLA PIKIR dan MENTALITAS bangsa Israel pada jaman itu,
adalah masih pada hubungan Tuan-hamba.

Dan itu yang ditunjukkan melalui tokoh si SULUNG,
dimana dia berpikir bahwa dia harus MELAYANI dan TAAT PERINTAH bapaknya,
barulah dia LAYAK untuk menerima UPAH (baca: berkat).

Tapi itu mentalitas HAMBA, bukan ANAK,
dan Yesus menjelaskan bahwa semua yang dilakukan si SULUNG itu,
SALAH dan SIA-SIA.

Yesus menjelaskan,
dalam hubungan Bapa-anak, SEMUA itu (baca: berkat) dapat engkau peroleh,
bukan oleh karena apa yang telah engkau LAKUKAN dengan BAIK dan TAAT,
melainkan karena STATUS-mu sebagai anak oleh karena CINTA Bapa kepada anakNya.

Dashyat.

 

Sahabats yang ingin menyenangkan hati Bapa,

I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that you present your bodies (your whole life) a LIVING SACRIFICE, holy, acceptable to God, which is your reasonable service.
And do not be CONFORMED to this world, but be TRANSFORMED by the RENEWING of your MIND, that you may prove what is that good and acceptable and perfect will (of what God wishes to be done by us) of God.
(Romans 12:1-2 NKJV, penekanan dan penjelasan ditambahkan)

Dashyat.

Di ayat ini Paulus sedang memberi nasehat tentang PERUBAHAN cara berpikir,
agar cara berpikir pengikut Kristus jadi BERBEDA dari orang-orang dunia saat itu,
khususnya mengenai PERSEMBAHAN.

Ya,
saat semua orang saat itu berpikir,
bahwa persembahan yang BERKENAN kepada Allah,
adalah kurban bakaran, puji-pujian, persepuluhan, persembahan sulung dan lainnya,

Paulus menyampaikan cara pikir yang BERBEDA,
dimana kita harus mempersembahkan seluruh HIDUP kita untuk Bapa.

Dalam bentuk apa?

Having then GIFTS differing according to the GRACE that is GIVEN to us, let us USE them; if prophecy, let us prophesy in proportion to our faith;
(Romans 12:8, NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
di ayat-ayat selanjutnya,
Paulus menjelaskan bahwa persembahan yang BERKENAN kepada Bapa,
adalah saat kita mempersembahkan seluruh hidup kita BERJALAN DALAM PANGGILAN kita masing-masing,
sesuai dengan KARUNIA yang telah diberikan kepada setiap kita.

BERBEDA dari apa yang dipikirkan orang-orang dunia.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Menyadari arti Firman ini membuatku berpikir akan satu hal,
yakni perlu tidaknya aku memberikan persembahan PERSEPULUHAN kepada Bapa.

Dari situ pulalah,
untuk pertama kalinya aku mencoba mempelajari FirmanNya tentang persepuluhan,
tidak seperti selama ini dimana aku hanya mendasarkannya pada pengajaran doktrin atau hamba Tuhan saja.

Kali ini,
aku mencoba mempelajarinya sendiri,
dan hasilnya aku memutuskan BERHENTI memberikan persepuluhan.

Dashyat.

 
Yang perlu diingat oleh Sahabats,
adalah aku PERNAH setia melakukan persepuluhan selama 6 tahun semenjak pertobatanku,
sehingga Sahabats tidak bisa berkata bahwa ini hanyalah ALASAN-ku,
untuk TIDAK BERSEDIA membayar persepuluhan.

Bagiku,
kerinduan terbesar-ku adalah melakukan apa yang Bapa kehendaki,
tapi jika kutahu ada hal yang Bapa TIDAK kehendaki untuk kulakukan,
untuk apa aku LAKUKAN?

Itu kan sama saja dengan sesuatu yang SIA-SIA?

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Dasar pertama-ku dalam mencoba menjelaskan hal ini,
adalah tentang HUBUNGAN Allah-manusia yang telah berubah,
dari Tuan-hamba menjadi Bapa-anak.

Menurutku tidaklah LOGIS dan tidak pernah tertulis di Alkitab,
seorang Bapa meminta PERSEPULUHAN kepada anakNya.

Kerinduan seorang bapa jasmani saja,
adalah MEMBERI & MENYEDIAKAN seluruh kebutuhan anaknya,
bukan MEMINTA uang kepada anaknya (kecuali terpaksa).

Apalagi Bapa Sorgawi.

Dashyat.

 
Lihat apa yang dilakukan Sang Bapak dalam perumpamaan tadi,
pertama-tama dia TIDAK menolak permintaan Si Bungsu yang meminta setengah hartanya,
kemudian saat Si Bungsu kembali setelah menghambur-hamburkan harta tersebut sampai habis,
Sang Bapak malah menyambutnya dengan penuh sukacita & mengadakan PESTA untuknya.

Itu gambaran Bapa Sorgawi.

Dashyat.

Tapi mungkin Sahabats berpendapat,
bukankah setia membayar persepuluhan itu UJIAN akan CINTA & KESETIAAN kita,
sebagai anak kepada Bapanya?

Kembali,
cukup LOGIS jika seorang Tuan menguji cinta & kesetiaan hambaNya,
tapi bukankah TIDAK LOGIS jika seorang Bapa menguji cinta & kesetiaan anakNya?

Dasar inilah yang semakin menggelitikku,
untuk mempelajari FirmanNya tentang persepuluhan,
jauh lebih mendalam.

Dashyat.

 

Sahabats yang rindu menerima Kebenaran yang membebaskan,

And blessed be God Most High,
Who has delivered your enemies into your hand. And he gave him a TITHE of all.
(Genesis 14:20 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dilanjutkan,

But Abram said to the king of Sodom, I have raised my hand to the Lord, God Most High, the Possessor of heaven and earth, that I WILL TAKE NOTHING, from a thread to a sandal strap, and that I will not take anything that is yours, lest you should say, I have made Abram rich.
(Genesis 14:22-23 ESV, penekanan ditambahkan)

Ayat ini adalah ayat PERTAMA dalam Alkitab yang membicarakan tentang PERSEPULUHAN.

Dan,
ayat ini yang seringkali dijadikan dasar pengajaran,
bahwa persepuluhan BUKAN termasuk hukum Taurat,
karena telah ada jauh sebelum hukum Taurat diturunkan.

Akan tetapi,
saat kita mencoba memahami keseluruhan ayat berdasarkan KONTEKS-nya,
apa yang dilakukan Abraham BUKAN-lah sebuah persepuluhan,
seperti yang hukum Taurat ajarkan ataupun yang gereja minta kita lakukan sekarang.

Sesungguhnya,
Abraham hanya berinisiatif memberikan sebuah PERSEMBAHAN kepada Melkisedek,
yang kebetulan jumlahnya adalah SEPERSEPULUH dari hasil jarahan menang perang,
dimana Abraham sadar penuh bahwa itu sesungguhnya BUKAN harta miliknya,
sehingga pada akhirnya sisa hasil jarahannya (90%) dikembalikan utuh kepada pemilik sebenarnya yaitu Raja Sodom.

Jadi konsep ini JAUH berbeda dengan konsep persembahan persepuluhan,
yang berasal dari penghasilan (milik) kita & harus dikembalikan ke Tuhan secara rutin,
dimana sisanya 90%-nya boleh kita gunakan bahkan habiskan.

Dashyat.

Yang memperkuat lagi bahwa saat itu persepuluhan bukanlah suatu kewajiban yang sudah rutin dilakukan,
oleh Abraham dan keturunannya adalah :

Then Jacob made a VOW, saying “If God will be with me, and keep me in this way that I am going, and give me bread to eat and clothing to put on, so that I come back to my father’s house in peace, then the Lord shall be my God. And this stone which I hae set as a pillar shall be God’s house, and of all that You give me I will surely give A TENTH to You.”
(Genesis 28:20-21 NKJV, penekanan ditambahkan)

Yakub yang adalah cucu Abraham,
dalam pelariannya menuju rumah Laban, pamannya,
memperoleh mimpi dimana Allah berjanji akan memberkati dia dan keturunannya.

Lalu Yakub pun mencoba membuat kesepakatan dengan Allah,
dimana jika Allah menepati janjiNya maka Yakub berjanji akan menerima Allah sebagai Allahnya,
dan Yakub berjanji akan memberikan PERSEPULUHAN kepada Allah.

Pertama,
jika memang persepuluhan SUDAH RUTIN dilakukan sejak jaman Abraham,
maka Yakub tidak mungkin membuat kesepakatan dengan Allah,
dimana dia baru AKAN memberi persepuluhan jika Allah menepati janjiNya.

Kedua,
sesungguhnya dalam mimpi,
Allah telah berjanji untuk memberkati Yakub TANPA SYARAT apapun.
Adalah INISIATIF Yakub untuk membalasnya dengan memberi persepuluhan,
dan tidak tercatat bahwa Allah menyetujui hal tersebut,
karena memang dari sejak awal Allah membuat janji kepada Yakub TANPA SYARAT.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Jadi bolehkah jika kutarik sebuah kesimpulan,
bahwa konsep PERSEPULUHAN bukan dari jaman Abraham,
melainkan sesungguhnya dari sejak jaman Musa & Hukum Taurat.

Berikut ayatnya,

“And all the TITHE of the land, whether of the seed of the land or of the fruit of the tree, is the LORD’s. It is holy to the LORD. If a man wants at all to redeem any of his tithes, he shall add one-fifth to it. And concerning the tithe of the herd or the flock, of whatever passes under the rod, the tenth one shall be holy to the LORD.” He shall not inquire whether it is good or bad, nor shall he exchange it; and if he exchanges it at all, then both it and the one exchanged for it shall be holy; it shall not be redeemed.
(Leviticus. 27:30-33 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan saat aku mempelajari lebih mendalam kitab-kitab Musa lainnya,
seperti kitab Bilangan & Imamat yang juga mengatur tentang persepuluhan,
kutemukan banyak prinsip yang BERBEDA penerapannya,
dibandingkan dengan apa yang diterapkan gereja sekarang.

Seperti misalnya persepuluhan haruslah berbentuk hasil bercocok tanam atau hasil ternak,
dan jika ingin digantikan dalam bentuk UANG, maka jumlahnya harus ditambah 20%,
sehingga total yang diberikan haruslah 30%.

Dan masih banyak lagi perbedaannya.

Padahal,
jika persepuluhan merupakan bagian dari Hukum Taurat,
maka berlaku ayat berikut ini,

For whoever shall keep the whole law, and yet stumble in ONE POINT, he is guilty of ALL.
(James 2:10 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
tahukah Sahabats bahwa Hukum Taurat sangatlah KAKU,
dimana Hukum Taurat harus kita laksanakan SEMUA-nya & SAMA PERSIS,
tidak bisa sebagian saja, tidak bisa ada bagian yang diubah,
harus SEMUA & SAMA PERSIS.

Itu artinya,
bahwa PERSEPULUHAN yang kita jalankan sekarang,
sesungguhnya tidak sesuai dan telah melanggar aturan Hukum Taurat tentang persepuluhan.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

WOE to you, scribes and Pharisees, hypocrites! For you PAY TITHE of mint and anise and cummin, and have neglected the weightier matters of the law: justice and mercy and faith. These you ought to have DONE, without leaving the others UNDONE.
(Matthew 23:23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ini ayat yang seringkali digunakan diluar KONTEKS-nya,
untuk menyatakan bahwa Yesus sendiri memerintahkan kita untuk membayar persepuluhan.

Padahal,
jika dibaca sesuai KONTEKS-nya,
sesungguhnya Yesus sedang MENYINDIR orang-orang Farisi,
dimana mereka tidak bisa hanya menjalankan SEBAGIAN dari hukum Taurat.

Jika mau menjalankannya,
harus SEMUA & tidak bisa sebagian saja.

Ini sama sekali tidak berbicara,
bahwa Yesus mendukung & memerintahkan kita untuk taat memberikan persepuluhan.

Dashyat.

 
Dan saat berbicara KONTEKS,
bukankah Yesus SUDAH menggenapi hukum Taurat,
dan oleh karenanya kita sudah dibebaskan dari seluruh hukum Taurat?

Dan jika persepuluhan adalah bagian dari Hukum Taurat,
bukankah itu berarti kita juga sudah dibebaskan dari persepuluhan?

Untuk lebih jelasnya,
aku sarankan Sahabats untuk membaca tulisanku,
yang berjudul “MENGGENAPI, Bukan Meniadakan”.

Dashyat.

Mungkin ada Sahabats yang berpendapat,
kita dibebaskan dari hukum seremonial & kutuk Hukum Taurat,
sedangkan 10 hukum Taurat itu sendiri masih berlaku.

Jika demikian,
apakah persepuluhan ada di dalam 10 hukum Taurat tersebut?

Jawabannya TIDAK,
persepuluhan ada di dalam hukum seremonial,
bukan di dalam 10 hukum Taurat.

Dashyat.

 

Sahabats yang mengejar Kebenaran,

Bandingkan,

Bring all the TITHES into the storehouse, That there may be food in My house, And try Me now in this,” Says the Lord of hosts, “If I will not open for you the windows of heaven And pour out for you such blessing That there will not be room enough to receive it. “
(Malachi 3:10 NKJV, penekanan ditambahkan)

dengan,

For you know the GRACE of our Lord Jesus Christ, that though He was RICH (arti dalam bahasa sebenarnya : kaya materi bukan rohani), yet for your sakes He became poor, that you through His poverty might become RICH.
(2 Corinthians 8:9 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Ada PERBEDAAN cara kita diberkati dalam Perjanjian Lama & Perjanjian Baru.

Dalam Perjanjian Lama,
berkat kita terima sebagai UPAH (reward) atas apa yang kita lakukan,
dalam hal ini salah satunya dengan memberikan PERSEPULUHAN.

Dalam Perjanjian Baru,
berkat kita terima sebagai ANUGERAH dari Yesus Kristus,
tanpa perlu melakukan apapun kecuali PERCAYA.

Menurutku adalah SALAH TOTAL,
saat Bapa memberikannya kepada kita secara GRATIS oleh karena Yesus Kristus,
sedangkan sebagian besar Gereja mengajarkannya TIDAK GRATIS,
tanpa perduli apa yang sudah dilakukan Yesus Kristus di kayu salib.

Apalagi,
jika anak-anak Tuhan “ditakut-takuti” ayat lanjutannya,

And I will rebuke the devourer for your sakes, So that he will not DESTROY the fruit of your ground, Nor shall the vine fail to bear fruit for you in the field, Says the Lord of hosts;
(Malachi 3:11 NKJV, penekanan ditambahkan)

Jujur,
respon pertama pihak Gereja dan banyak anak Tuhan,
saat melihat sesama anak Tuhan ditimpa badai finansial,
adalah mempertanyakan KETAATAN dalam membayar persepuluhan.

Seakan-akan,
Bapa SENGAJA membiarkan (mengijinkan) belalang pelahap,
datang menyerangmu dan menghabiskan seluruh harta kekayaanmu,
jika engkau, anak yang sangat dikasihiNya melebihi Yesus yang telah dikorbankanNya untukmu,
TIDAK TAAT membayar persepuluhan.

Sangat TIDAK MASUK AKAL.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

“No one can serve two masters. For you will hate the one and love the other; you will be devoted to one and despise the other. You cannot serve GOD and MAMMON.
(Matthew 6:24 NKJV, penekanan ditambahkan)

Tuhan Yesus memperingatkan kita akan bahayanya UANG,
bahkan keberadaannya “disejajarkan” dengan TUHAN,
dimana kita harus memilih mau menjadi hamba Tuhan atau uang.

Mungkin itu sebabnya,
konsep PERSEPULUHAN yang sesungguhnya BUKAN berupa uang,
melainkan MAKANAN, apakah itu hasil bercocok tanam ataupun hasil ternak.

Dan tahukah engkau,
bahwa persepuluhan di sebagian besar denominasi & gereja,
adalah penghasilan yang TIDAK PERLU dipertanggungjawabkan kepada jemaat,
dan jumlahnya bisa mencapai angka yang menakjubkan?

Bukankah itu,
sama seperti Bapa sedang memberi UMPAN ikan asin kepada seekor kucing?

Dashyat.

Lalu dikatakan juga bahwa dengan memberi persepuluhan,
kita TELAH mencintai Bapa, bahkan LEBIH mencintai Bapa dibandingkan yang tidak.

Hati kita berbunga-bunga,
dan tanpa sadar kita mulai menghakimi orang lain yang TIDAK memberikan persepuluhan,
sebagai orang yang TIDAK mencintai Bapa.

Tapi tahukah engkau,
apa yang Yesus katakan tentang pemberianmu itu,
yang sejumlah SEDIKIT (hanya 10%) dari KELEBIHAN-mu?

So He said, Truly I say to you that this poor widow has put in MORE THAN ALL; 4 for all these out of their abundance have put in offerings for God, but she out of her poverty put in all the livelihood that she had.
(Luke 21:3-4 NKJV, penekanan ditambahkan)

Yesus JAUH lebih menghargai persembahan janda miskin itu,
yang memberikan BANYAK dari KEKURANGAN-nya,
dibandingkan persembahanmu yang SEDIKIT dari KELEBIHAN-mu.

Dashyat.
 

Dan lagi,
jika engkau HANYA menyisihkan 10% saja buat Bapa,
bukankah itu berarti engkau lebih mencintai MAMMON lebih daripada Bapa?

Hati-hati,
jangan terlalu cepat berpuas diri,
karena itu hanyalah TIPU MUSLIHAT.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Sudah berjalan 2 tahun semenjak aku mengetahui Kebenaran ini,
sudah berjalan 2 tahun semenjak aku berhenti memberikan persepuluhan,
sudah berjalan 2 tahun aku memilih untuk mempersembahkan persembahan yang berkenan kepadaNya,

yakni hidup sepenuhnya berjalan dalam PANGGILAN-ku,
mengembangkan talenta & karunia yang telah diberikanNya kepadaku.

Dan aku juga keluargaku TETAP diberkati,
dan aku juga keluargaku SEMAKIN diberkati,
dan aku juga keluargaku SANGAT diberkati.

Dashyat.

 
Tiada niatku “menyerang” Gereja atau hamba Tuhan tertentu,
niatku TULUS hanyalah menyampaikan Kebenaran,
walaupun itu membuatku telah & akan kehilangan banyak hal,
seperti jabatanku di Gereja, komunitasku, sahabatku dan lainnya.

Bagiku semua itu KALAH BERHARGA dengan Kebenaran yang sejati.

Dashyat.

 
Kusadari bahwa Gereja TETAP membutuhkan dana operasional,
untuk terus memperbesar Kerajaan Allah di muka bumi.

Hanya saja,
kita bisa lakukan dengan berbagai cara selain persepuluhan tapi BENAR,
bahkan jika terpaksa bisa dalam bentuk iuran bulanan bagi setiap jemaat sekalipun.

Dan pada akhirnya,
kuharapkan Gereja mulai mengajarkan seluruh anak Tuhan,
seperti apakah itu,

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN.
 
Blessings,

BSD, 9 April 2013
Robby Hadisubrata

 
1 Comment

Posted by on April 10, 2013 in All Religions

 

One response to “Persembahan Yang BERKENAN

  1. fox

    May 11, 2013 at 9:55 am

    dashsyat

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: