RSS

Menumbuhkan BENIH, Bukan Menghasilkan BUAH

30 Mar

Dear Sahabats,

Semoga kutemukan Sahabats penuh sukacita & kedamaian bersama keluarga.

Ijinkan aku membagikan perenunganku,
tentang SEBUAH perumpamaan dari sekian banyak perumpamaan,

yang menurut Yesus SANGAT PENTING untuk kita pahami,
yang menurut Yesus menjadi KUNCI untuk memahami perumpamaan lainnya,

yakni perumpamaan tentang BENIH.

And He said to them, Do you NOT UNDERSTAND this parable? How then will you understand ALL the parables?
(Mark 4:13 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh kasih Bapa,

Dikatakan dalam perumpamaan tersebut,
ada 4 JENIS tanah yang menjadi tempat benih ditabur,
di pinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, yang bersemak duri & yang baik.

Dan dijelaskan bahwa,
HANYA benih yang jatuh di tanah yang BAIK,
yang tumbuh sempurna & menghasilkan BUAH.

Itu artinya,
kira-kira hanya 25% BENIH yang menghasilkan BUAH,
sisanya tidak.

Kupercaya,
ini perbandingan yang CUKUP AKURAT,
untuk menggambarkan kondisi GEREJA saat ini.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

The sower sows the WORD.
(Mark 4:14 NKJV, penekanan ditambahkan)

BENIH yang ditabur adalah FIRMAN TUHAN,
dan ternyata 3 hal yang akan mencoba MENGHAMBAT pertumbuhannya.

Yang pertama,
UPAYA IBLIS untuk mencurinya dari Sahabats.

Tujuan dari iblis hanyalah untuk mencuri, membunuh & membinasakan,
yang seperti singa selalu mencari siapa “yang DAPAT dimangsanya”.

Cara efektif untuk masuk dalam kategori “yang TIDAK DAPAT dimangsanya”,
adalah dengan mempelajari & memahami Kebenaran Firman Tuhan,
karena hanya KEBENARAN senjata paling EFEKTIF menangkal kebohongan & tipu muslihat iblis.

Ya,
umpama kemarin aku pergi makan siang bersama Anto,
lalu pagi ini Ben bercerita kepadaku bahwa kemarin dia makan siang bersama Anto.

Tentu saja aku tidak akan tertipu dengan kebohongan Ben,
karena aku tahu kebenarannya, bahwa akulah yang kemarin makan siang bersama Anto.

Dashyat.

 
Yang kedua,
himpitan PERMASALAHAN HIDUP yang iblis (bukan Bapa) cobakan kepada Sahabats.

Harus diakui,
akan menjadi SULIT secara nalar,
saat seseorang yang sedang SAKIT lalu mendengarkan Firman Tuhan,
yang berkata “oleh bilur-bilurNya engkau TELAH sembuh”.

Belum lagi,
sesaat setelah didoakan,
kesembuhan itu BELUM juga datang.

Untuk itu,
yang sangat dibutuhkannya adalah IMAN.

Padahal,

So then FAITH comes by hearing, and hearing by the WORD OF GOD.
(Romans 10:17 NKJV, penekanan ditambahkan)

IMAN yang dapat mengatasi segala himpitan permasalahan hidup kita,
hanya akan datang saat kita membuka HATI kita,
untuk menerima & merenungkan Kebenaran Firman Tuhan.

Dan puji Tuhan,
formula ini berlaku BUKAN HANYA pada masalah sakit penyakit saja,
tetapi juga pada masalah finansial, hubungan dan lainnya.

Dashyat.
 

Yang ketiga,
godaan akan KENIKMATAN DUNIA yang iblis tawarkan.

Segala kekayaan, kenyamanan & hiburan dunia,
dapat membuat Sahabats TERLENA ataupun terlalu SIBUK.

Padahal untuk memahami Kebenaran Firman Tuhan,
perlu ada bukan hanya secara KUANTITAS waktu yang diluangkan,
melainkan juga secara KUALITAS-nya.

Harus diakui,
jika Sahabats HANYA meluangkan kurang dari 1 jam,
dari 24 jam waktu per hari yang disediakan Bapa buat setiap kita,
untuk merenungkan Firman Tuhan dalam rutinitas “Saat Teduh”,

secara KUANTITAS itu JAUH dari cukup,
apalagi secara KUALITAS.

Dashyat.

Parahnya,
dibandingkan dengan meminta bantuan Roh Kudus saat merenungkan Firman,
kita lebih suka merenungkan hasil perenungan ORANG LAIN,
yang BELUM TENTU BENAR.

Akhirnya muncullah berbagai DOKTRIN denominasi,
yang mengajarkan berbagai versi KEBENARAN.

Bagiku itu ANEH,
jika ada banyak versi KEBENARAN padahal ada SATU Roh Kudus,
bisakah semua itu disebut KEBENARAN SEJATI ?

Dashyat.

Kuteringat seorang Sahabats pernah menyampaikan suatu pendapat,
yang didasarkan dari DOKTRIN yang selama ini berlaku di denominasi-nya.

Saat kutanya, dasarnya dari Firman Tuhan yang mana,
beliau malah mengkritik-ku karena TERLALU mendasarkan segalanya,
pada Firman Tuhan.

Seorang hamba Tuhan besar juga pernah menasehatiku,
untuk belajar “menghormati” doktrin orang lain dan tidak berdebat.

Kalau pendapatku,
tidak masalah jika harus berdebat tentang Kebenaran Firman,
asalkan positif dan tujuannya di akhir perdebatan kita menyepakati SATU Kebenaran.

Kuteringat,
aku sendiri punya beberapa Sahabat BERDEBAT,
dan di akhir perdebatan kami saling bergantian memberkati,
dan sepakat pada SATU Kebenaran.

Dashyat.

 
Belum lagi,
keberadaan Blackberry dengan BBM-nya,
Ipad dengan berbagai permainan-nya,
TV dengan berbagai film dan acara,
jejaring sosial seperti facebook, twitter dst yang sangat mengikat kita,
ataupun kesibukan bekerja, berbisnis, keluarga bahkan melayani sekalipun,

bisa SANGAT MENYITA waktu kita sehingga akhirnya,
kita TIDAK atau KURANG waktu dalam merenungkan Kebenaran Firman Tuhan.

Kupikir,
ini cara yang sekarang paling SERING & EFEKTIF yang dipergunakan iblis,
untuk menipu anak-anak Tuhan.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Untuk apa Yesus memberikan perumpamaan tentang BENIH,
dan apa KELANJUTAN prosesnya setelah BENIH ditanam?

Dari BENIH akan tumbuh menjadi AKAR,
dari AKAR akan tumbuh menjadi POHON,
dari POHON akhirnya akan menghasilkan BUAH.

Jadi,
tujuan akhir dari menumbuhkan BENIH adalah menghasilkan BUAH.

Dashyat.

Ijinkan aku melanjutkan pertanyaannya kepada Sahabats,
jika kita tahu BENIH adalah Firman Tuhan,
maka apakah yang dimaksud dengan BUAH ?

Aku tertarik dengan runtutan Firman berikut,

In the beginning was the WORD (Jesus), and the Word was WITH God, and the Word WAS God.
(John 1:1 NKJV, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Maka,
jika BENIH adalah Firman Tuhan, dan dikatakan Firman Tuhan adalah YESUS,
maka BENIH itu adalah YESUS itu sendiri yang “ditanam” di HATI setiap kita.

Oleh karenanya Yesus berkata,

I am the VINE, you are the BRANCHES. He who abides in Me, and I in him, bears much FRUIT; for without Me you can do nothing.
(John 15:5 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

Lalu,
bagaimana wujudnya Yesus tinggal di dalam kita?

He who believes in Me, as the Scripture has said, out of his HEART will flow rivers of living water. But this He spoke concerning the SPIRIT, whom those believing in Him would receive; for the Holy Spirit was NOT YET given, because Jesus was NOT YET glorified.
(John 7:38-39 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dikatakan jelas,
setelah Yesus diangkat naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa,
siapa yang percaya padaNya akan menerima ROH KUDUS,
yang akan mengalirkan air kehidupan (baca: menghasilkan BUAH) dari dalam HATI-nya.

Dan dikatakan juga,

But the FRUIT of the SPIRIT is love, joy, peace, longsuffering, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, self- control. Against such there is no law.
(Galatians 5:22-23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Jadi,
ijinkan aku menarik kesimpulannya yaitu,
saat kita menyiapkan hati kita seperti TANAH yang BAIK untuk MENUMBUHKAN BENIH,
yakni dengan mempelajari & merenungkan Kebenaran Firman Tuhan,
maka kita OTOMATIS akan MENGHASILKAN BUAH,
yaitu buah dari ROH KUDUS.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Salah satu prinsip pertumbuhan tanaman dari benih hingga menghasilkan buah,
adalah SETIA pada PROSES-nya.

Kesalahan yang sering kutemukan diantara Sahabats adalah,
kita TERJEBAK ingin SEGERA berbuah.

Kita TIDAK MAU meluangkan baik secara kualitas maupun kuantitas waktu,
untuk MENUMBUHKAN benih dengan mempelajari & merenungkan Kebenaran Firman Tuhan,
tapi ingin segera MENGHASILKAN buah.

Akhirnya,
buah yang dihasilkan buah yang matangnya KARBITAN,
yang tentu saja KURANG BAIK dibandingkan buah yang matang karena prosesnya.

Kita SALAH memahami Kebenaran yang sesungguhnya,
dan atas dasar Kebenaran PALSU kita menghasilkan buah yang KURANG BAIK.

Contohnya,
saat kita MERASA Bapa mengasihi (LOVE) kita dengan berbagai persyaratan,
seperti wajib rajin ke gereja, baca Firman, taat persepuluhan, hidup kudus dst,

maka demikian juga BUAH mengasihi (LOVE) yang kita hasilkan,
dimana kita mengasihi orang JUGA akan didasarkan pada berbagai persyaratan.

Jika dan hanya jika seseorang baik, taat, jujur, ramah, dan sebagainya kepada kita,
barulah kita AKAN MENGASIHI dia.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik juga,

I PLANTED, Apollos WATERED, but God gave the INCREASE.
(1 Corinthians 3:6 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kesalahan selanjutnya yang sering kutemukan adalah,
KETIDAKPAHAMAN Sahabats akan proses pertumbuhan.

Bagian manusia hanya ber-FOKUS pada BENIH (menanam di tanah yang baik & menyiramnya),
sedangkan menumbuhkan dari BENIH jadi AKAR, AKAR jadi POHON, POHON jadi BUAH,
adalah bagian TUHAN.

Jadi,
buah akan OTOMATIS dihasilkan.

Tapi,
banyak kutemukan kita ber-FOKUS merebut bagiannya TUHAN,
yakni pada BUAH.

Bukannya fokuskan seluruh upaya kita mempelajari Firman (BENIH),
kita malah sibuk MELATIH upaya kasih, pengendalian diri, dll (BUAH).

Bahkan,
seringkali kutemukan pengajaran yang mengajarkan kita untuk melatih “OTOT ROHANI” kita,
yakni dengan melatih mengasihi, melatih pengendalian diri dst.
Semakin sering kita latih maka semakin besar “OTOT ROHANI” kita,
kita akan BERUBAH menjadi orang yang semakin mengasihi, memiliki pengendalian diri dst.

Padahal,
salah satu bentuk kita menghargai karya Yesus di kayu salib,
adalah jika kita menyadari bahwa :

“It’s an EXCHANGE of LIFE, not a CHANGE of LIFE”

Dashyat.

Hidup kita BERUBAH,
BUKAN karena kita BERUPAYA berubah,
melainkan karena di dalam diri kita kini BUKAN kita lagi yang hidup,
melainkan telah DITUKAR dan kini di dalam diri kita hiduplah YESUS.

Dan kita akan OTOMATIS berubah.

Dashyat.

Ya,
kita tidak sadar prosesnya,
jika dan hanya jika kita mempelajari Kebenaran Firman (BENIH),
maka BUAH Roh Kudus akan OTOMATIS dihasilkan dimana kita akan OTOMATIS,
hidup lebih kudus, lebih mampu mengendalikan diri, lebih sabar, penuh rasa damai, lebih mengasihi dst.

Akhirnya yang terjadi adalah,
kita SIBUK memakai “TOPENG” agar buahnya TERLIHAT oleh orang lain.

Saat ke gereja kita memakai “TOPENG” kekudusan,
saat ikut pelayanan kita memakai “TOPENG” mengasihi,
dan seterusnya.

Dashyat.

Kuingat pengalamanku,
saat dulu MASIH mengupayakan menghasilkan salah satu buah yaitu DAMAI,
lalu datanglah masalah dalam hidupku dan akhirnya aku tetap mengalami STRESS.

Sedangkan kini,
saat aku SUDAH menyadari proses yang benar,
lalu datanglah masalah dalam hidupku dan aku TIDAK lagi mengalami STRESS,
melainkan aku tetap hidup penuh rasa DAMAI & SUKACITA.

Ada pengalaman sederhanaku yang belum lama ini terjadi,
saat suatu ketika aku “dikerjai” tukang ojek di rumahku,
dengan “diperas” sejumlah uang yang harus dibayarkan,
padahal biasanya tidak sebesar itu.

Jujur,
dagingku sulit memaafkannya,
dan aku berjanji tidak akan menggunakan jasanya lagi.

Suatu ketika aku dihadapkan pada tukang ojek yang sama,
anehnya aku menyapanya dengan ramah dan naik ojeknya,
bahkan aku membayarnya lebih dari apa yang dia tuntut dahulu.

Itu BUAH dari Roh Kudus, bukan upaya kedaginganku.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kubersyukur setelah merenungkan perumpamaan tentang BENIH,
dan Roh Kudus telah membukakan pewahyuannya kepadaku,
fokus-ku kini BERUBAH.

Aku tidak lagi SIBUK mencoba menghasilkan BUAH,
melainkan aku sibuk menumbuhkan BENIH.

Aku lebih MENGHARGAI Firman Tuhan,
waktuku merenungkan Firman JAUH bertambah baik secara KUANTITAS & KUALITAS-nya.

Walaupun aku banyak mempelajari DOKTRIN dari berbagai hamba Tuhan,
tapi kini kusadari untuk tetap MENGUTAMAKAN meminta TUNTUNAN Roh Kudus,
setiap kali aku mempelajari & merenungkan Firman.

Dan,
kalaupun suatu saat kutemukan bahwa BUAH yang dilihat orang lain KURANG BAIK,
maka aku tahu di BAGIAN mana harus kuperbaiki,
bukan bagian BUAH-nya, melainkan bagian BENIH-nya.

Ya,
kini aku sibuk,
menumbuhkan BENIH, bukan menghasilkan BUAH.
 
BSD 31 Desember 2012
KepalaBukanEkor

 
2 Comments

Posted by on March 30, 2013 in Christians

 

2 responses to “Menumbuhkan BENIH, Bukan Menghasilkan BUAH

  1. KepalaBukanEkor

    March 30, 2013 at 7:59 am

    By dr. Bayu on 3 Jan 2013 :

    Satu Roh Kudus Satu Tuhan YESUS KRISTUS dan Satu Bapa dan hanya Satu Kebenaran berdasarkan Kebenaran Firman TUHAN seperti hasil tulisan anda pak Robby, saya setuju!

     
  2. KepalaBukanEkor

    March 30, 2013 at 8:01 am

    By Andree Fadjar on 3 Jan 2013 :

    Amazing banget bro hasil perenungannya. Saya setuju sekali kita harus menumbuhkan benih dan memperhatikan prosesnya (menyiram, memberi pupuk). Proses juga tidak bisa instan seperti memberi pupuk sebanyak2nya di hari-hari pertama menanam benih tapi tidak disiram lagi sepanjang tahun. Pastinya benih itu jg akan mati.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: