RSS

It’s A Full-time JOB

16 Mar

Dear Sahabats,

Ijinkan aku mengawali tulisan ini dengan bertanya kepada Sahabats,

“Apakah yg merupakan TANDA KEBERHASILAN,
seorang Ketua Sel dalam memimpin Kelompok Sel?”

Aku percaya,
banyak Sahabats yang melihatnya dari JUMLAH kelompok sel BARU yang dihasilkan.

Semakin BANYAK jumlah kelompok sel yang berhasil MEMBELAH,
menjadi tolak ukur keberhasilan.

Inipun yang juga dijadikan tolak ukur keberhasilan sebuah gereja dalam pengembangan kelompok sel,
berapa banyak JUMLAH kelompok sel yang ada di gereja tersebut.
 

Keberhasilan ‘Kelompok Sel’ ditentukan oleh KUANTITAS.


 
Jujur,
semula akupun berpikiran seperti itu,
dan itulah yang menjadi GOAL-ku selama 5 tahun menjadi Ketua Sel.

Hingga suatu hari Bapa membukakan hikmat tentang ini,
yang membangunkanku menjelang subuh untuk segera menuliskannya,
hikmat Ilahi yang akhirnya mengubah pola pikirku selama ini.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Kita semua sepakat bahwa kelompok sel adalah sesungguhnya suatu PENGGEMBALAAN,
dan bahwa Ketua Sel adalah sesungguhnya seorang GEMBALA.

Sehingga,
untuk mempelajari lebih mendalam tentang kelompok sel,
kita harus mempelajari lebih dalam tentang PENGGEMBALAAN.

Oleh karenanya,
marilah kita belajar dari seorang murid kesayangan Yesus,
yang PANGGILAN HIDUP-nya adalah untuk menjadi Gembala,
yakni Simon Petrus.

When they had finished eating,
Jesus said to Simon Peter, “Simon son of John, do you truly love me more than these?”
“Yes, Lord,” he said, “you know that I love you.” Jesus said, “FEED MY LAMBS.”

Again Jesus said,”Simon son of John, do you truly love me?”
He answered, “Yes, Lord, you know that I love you.” Jesus said, “TAKE CARE OF MY SHEEP.”

The third time he said to him,”Simon son of John, do you love me?”
He said, “Lord, you know all things; you know that I love you.” Jesus said,”FEED MY SHEEP.
(John 21:15-17 NIV)


Sahabats simak baik,

Pesan Tuhan Yesus tentang tugas & tujuan seorang Gembala jelas tertulis disitu.

Tugas pertama seorang Gembala adalah MEMBERI MAKAN ANAK DOMBA (lambs).

Pemahaman lambs adalah ANAK domba yang berusia kurang dari 1 tahun,
& tentunya makanan yang diberikan haruslah makanan yang sifatnya LUNAK & MUDAH DICERNA.

Di tahapan ini,
Seorang Ketua Sel haruslah memberi makanan yang ‘tidak terlalu rohani’ kepada domba.
Fokus Ketua Sel lebih diarahkan kepada menciptakan keakraban & kekeluargaan,
dengan & diantara sesama domba.

Kegiatan seperti ice breaking, ramah tamah, jalan-jalan bersama, belajar menyembah dst,
haruslah diperbanyak.

Firman yang disampaikan janganlah terlalu sering, terlalu lama & terlalu mendalam.

Dashyat.
 
Tugas kedua seorang Gembala adalah MEMELIHARA & MENJAGA DOMBA (sheep).

Pemahaman “sheep” adalah domba yang berusia 1 tahun keatas,
& ini mengandung tugas Gembala untuk memelihara & memastikan adanya PERTUMBUHAN,
dari fase ANAK menuju KEDEWASAAN.

Di tahapan ini,
Seorang Ketua Sel harus meningkatkan pendekatan, perhatian & perawatan kepada domba.
Dengan semakin dekat, maka tercipta KEPERCAYAAN & KETERBUKAAN antara domba dengan gembala,
sehingga gembala dapat membantu domba berubah dari fase anak menuju kedewasaan.

Selain itu,
Seorang Ketua Sel juga harus mulai mengurangi kegiatan penciptaan keakraban,
dan mulai secara bertahap menambah porsi makanan rohani,
serta membawa domba MENGALAMI KASIH KRISTUS,
yang ditandai dengan semakin banyaknya KESAKSIAN yang disampaikan.

Dashyat.
 
Tugas berikutnya seorang Gembala adalah MEMBERI MAKAN DOMBA (sheep).

Pemahamannya adalah saat domba mencapai kedewasaan,
maka jenis makanannya pun diganti menjadi makanan yang PADAT & KERAS.

Di tahapan ini,
Seorang Ketua Sel harus semakin lagi meningkatkan porsi makanan rohani,
Khususnya dalam hal kedalaman pembahasan.

Selain itu,
domba yang sudah dewasa, artinya sudah siap untuk BEKERJA (baca: melayani).
Ketua Sel haruslah membawa setiap domba menemukan & berjalan dalam panggilan Allah.
Ketua Sel haruslah membimbing domba menghadapi segala tantangan,
saat mereka mencoba berjalan dalam panggilannya.

Barulah,
Jika ada terdapat domba yang PANGGILAN-nya sebagai seorang gembala,
Ketua Sel mengarahkan domba tersebut untuk MEMBELAH, membuka Kelompok Sel yang baru.

Dashyat.

 

Sahabats yang disayang Tuhan,

Jika demikian,
maka tujuan sesungguhnya penggembalaan dalam kelompok sel,
adalah untuk merawat & membimbing domba bertumbuh dari Kristen Anak menjadi Kristen Dewasa.

Jika demikian,
maka tujuan sesungguhnya Kelompok Sel BUKAN-lah untuk secepatnya membelah.

Ingat,
Tuhan Yesus tidak berbicara tentang kuantitas sama sekali,
Melainkan lebih tentang KUALITAS.

Ternyata keberhasilan kelompok sel ditentukan lebih oleh KUALITAS.


Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Andaikan aku seorang pencipta & aku menciptakan sebuah robot yang bisa BERJALAN,
maka aku akan melengkapi FITUR yang dibutuhkan agar robot tersebut bisa berjalan.
Misalnya, robot itu akan kulengkapi dengan KAKI yang bisa melangkah.

Fitur akan disiapkan pencipta untuk memenuhi tujuan penciptaan.

Demikian juga Allah, saat menciptakan manusia.
Jika tujuanNya menciptakan Sahabat adalah sebagai seorang gembala,
Maka Allah akan menyiapkan fitur2 yang dibutuhkan untuk menjadi seorang gembala.

Dashyat.

Jadi,
jika Sahabats merasa panggilanmu adalah sebagai seorang gembala,
percayalah Tuhan PASTI telah melengkapi Sahabats dengan fitur2 yang dibutuhkan sebagai seorang gembala,
fitur yang dibutuhkan untuk merawat pertumbuhan domba-domba dari Kristen Anak hingga Kristen Dewasa,
fitur seperti kemampuan mengajar Firman (teaching), memimpin & mengarahkan (leadership),
merawat & memperhatikan (caring) dan seterusnya.

Dashyat.

Ada pandangan bahwa Ketua Sel tidak boleh TERJEBAK menjadi pengkotbah,
& harus selalu membawakan Firman setiap kali Sel diadakan.

Akan tetapi,
Ketua Sel tetap harus mampu MEMBERI “MAKAN” domba-dombanya,
untuk memastikan terjadi PERTUMBUHAN menuju KEDEWASAAN dari para domba.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Bagiku bermain gitar adalah salah satu hal tersulit untuk kulakukan,
karena itu bukan talenta yang Tuhan berikan padaku.

Jikapun kupaksakan untuk bermain gitar, hasilnya tidak akan optimal.
Apalagi jika aku ‘dipaksa’ bermain gitar dihadapan banyak orang,
aku akan sangat STRESS.

Demikian juga jika panggilanmu bukanlah sebagai seorang gembala,
dan engkau sedikit ‘dipaksa’ untuk menjadi Ketua Sel.

Engkau akan merasa tugas sebagai Ketua Sel adalah suatu BEBAN yang sangat berat.

Engkau merasa BERAT melaksanakannya,
dan hasilnya pun pasti terlihat TIDAK OPTIMAL,
akibatnya Kelompok Sel yg anda pimpin tidak berkembang,
domba-domba enggan hadir walau selalu diundang,
akhirnya Kelompok Sel tersebut DITUTUP.

Dashyat.

Jadi,
Pastikan bahwa PANGGILAN-mu adalah Gembala.

Engkau pasti BERGAIRAH melakukannya,
engkau PANTANG MENYERAH walau jumlah domba & tingkat kehadiran masih kurang.

Dan,
dengan selalu mengandalkan TUNTUNAN Roh Kudus,
engkau pasti BERHASIL (tanpa berupaya terlalu keras) mengembangkan Kelompok Sel,
karena telah dilengkapi Allah dengan semua FITUR yang dibutuhkan.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Setelah merenungkan semua itu,
kini kusadari, bahwa jabatan Ketua Sel tidak bisa hanya PART-TIME JOB,
hanya bertugas mengundang & memimpin Kelompok Sel seminggu sekali.

Ternyata,
Jabatan Ketua Sel haruslah FULL-TIME JOB.

Artinya,
merawat domba dengan baik, tidak bisa hanya dilakukan sehari dalam seminggu,
tapi kita harus mendedikasikan seluruh hidup kita, seluruh waktu & hari yang ada,
untuk merawat domba-domba.

Untuk itulah,
Aku dan istri belum lama ini memutuskan untuk MELEPASKAN semua kesibukan ‘pelayanan’ lainnya,
dan FOKUS hanya melayani sebagai Ketua Sel,
karena itulah yang kami rasakan merupakan PANGGILAN kami,
karena kami sudah menyadari bahwa Ketua Sel ternyata,

It’s a Full-Time Job.

 
BSD, 26 Jan 2011
Robby Hadisubrata

 
1 Comment

Posted by on March 16, 2013 in Christians

 

One response to “It’s A Full-time JOB

  1. KepalaBukanEkor

    March 19, 2013 at 4:48 am

    From Darius on 31 Mei 2011 :

    Tq krn sangat memberi inspirasi, selamat dan sukses dalam pelayanan bro Tuhan berkati

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: