RSS

Dipakai Menjadi ALAT-Nya

11 Mar

Dear Sahabats,

Tidak ada yang istimewa di pagi itu.
Malah, aku berantem kecil dengan istri.

Akibatnya,
pagi itu aku tidak menjalankan fungsiku sebagai IMAM,
yakni mendoakan istriku untuk berkat & anugrahNya di hari tersebut.

Hari kulalui dengan hati yang kesal.
 
Tidak disangka,
sorenya saat pulang kantor, banku pecah di tengah jalan.
Terbersit dalam pikiranku bahwa ini PERINGATAN Tuhan untuk memperbaiki segala yang salah hari itu.

Tapi aku TETAP mengeraskan hati.

 
Malam itu,
hatiku masih berkeras.

Aku langsung tidur sepulang dari pertemuan di Gereja,
dan aku memilih tidur di kamar tidur tamu, tidak bersama istriku.

Aku MASIH berkeras.

 

Jam 23.30 malam.
Istriku mendadak membuka pintu dan mengabarkan,
salah seorang pasiennya dari Pondok Pemulihan Orang Gila,
dalam kondisi kesakitan di rumah salah seorang pengerja.

Kita harus kesana, SEKARANG !

Dalam posisi setengah tidur,
aku bangkit dan segera bersiap2.

Hilang sudah hati yang keras,
hilang sudah EGO yang mempertahankan harga diriku.

 

Sahabats yang dikasihi Tuhan,

Istriku memang seorang dokter yang terlibat dalam pelayanan pemulihan orang gila di Gerejaku.
Hari itu memang ada seorang pasiennya, yang sejak dirawat 12 hari yang lalu,
hingga sekarang, TIDAK MAU makan dan minum.

Memang hari itu istriku seharian sibuk mengurus pasien ini,
karena kondisinya sudah lemah & kritis,
yang akhirnya terpaksa diinapkan di rumah salah seorang pengerja Gereja sambil diinfus.

 

Jam 24.00 malam.
Kami pun tiba di lokasi.

Segera istriku merawat dan mengobati Abdul,
anak muda gila (20 thn) yang saat ditemukan sedang berjalan telanjang bulat di jalan.

Kami semua bingung,
karena walau kondisi membaik,
Abdul tetap MENOLAK diberi makan dan minum.

Dia bahkan meludahi dan menendang istri saya & pengerja yang mencoba memberinya susu.

Tiba-tiba terdengar jelas suara Roh Kudus di telingaku :

“Tolong dia, dia butuh dimotivasi, bukan diancam atau ditakut-takuti”.

Hatiku diam.

Aku ragu.

Lalu Roh Kudus mengingatkan lagi :

“Ingat, belum lama ini kamu mendengarkan kotbah di Bogor ttg motivasi & semangat?
Inilah saatnya kamu praktekkan kotbah itu!”

Ya,
memang kotbah itu sangat bagus.
Sampai pada saat pulang kantor, aku langsung mencatat ulang kotbah tersebut dalam komputerku.

 

Sahabats simak baik,

Akhirnya aku melangkah.

Semua saya mohon utk keluar dan tinggallah saya bersama Abdul di kamar itu.
Terdengar erangan Abdul yang terus menerus berkata,”ibu tolong…ibu tolong…”.

Akupun mulai bercerita, tak perduli dengan erangan Abdul tanpa henti.
Dari segala hal hingga firman Tuhan mulai kuselipkan masuk.

Kesaksian hidupku pun kuceritakan, karena dulu pun Tuhan pernah tolong aku saat aku dalam kondisi STRESS mau bunuh diri.
Aku berkata :

“Ini hanyalah masalah PILIHAN.
Pilihlah yang benar, jangan yang salah.
Kini aku bisa seperti ini, hidup bahagia karena saat itu aku memilih yg benar & tidak bunuh diri.”

Tak terasa 30 menit berlalu cepat.
Roh Kudus menuntunku utk mengakhiri sharingku ini,
dengan berdoa utk Abdul dan meminta Abdul untuk tidur.

Tak lama saya keluar dari kamar,
erangan Abdul perlahan berhenti dan digantikan suara mendengkur halus.

Dia TERTIDUR.

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh cinta,

Butuh 15 menit kami sampai ke rumah.

Baru mau membuka pintu, telepon istriku berdering.
Dia lemas saat melihat itu telepon dari rumah pengerja tempat Abdul menginap,
istriku menduga pasti ada apa2 dan kita harus balik lagi.

Telepon diangkat, kata-kata pertama yang terdengar :

“PUJI TUHAN DOK”

Ternyata Abdul bangun, BANGKIT dari tempat tidur,
lalu mencabut infus dan MINUM air infus.

Setelah itu dia MINUM 4 gelas susu dan MAKAN 2 piring bubur,
yang disiapkan pengerja Gereja tersebut.

Dashyat.
 

Akhirnya Sahabats,

Kami berdua hanya bisa diam dan air mata mengalir.

Oh Tuhan,
Besar pengampunanMu atas kesalahan kami.

Betapa anugerahMu indah, kami yg tidak layak ini,
Kau pakai menjadi alatMu dalam peristiwa ini.

Perasaan yang tidak bisa dijelaskan,
bisa mengalami bahkan terlibat menjadi alatNya dalam MUKJIZAT TUHAN.

 
Bogor, 24 Juni 2010
Robby Hadisubrata

 
1 Comment

Posted by on March 11, 2013 in Christians

 

One response to “Dipakai Menjadi ALAT-Nya

  1. bei

    August 21, 2015 at 6:13 am

    Puji Tuhan, Dia bekerja dengan cara-Nya.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: