RSS

Tag Archives: tidak menerima mujizat

Respon IMAN

Dear Sahabats,

Berbicara tentang hidup kekristenan,
tidak lengkap jika kita tidak berbicara tentang MUJIZAT.

Jika kita perhatikan bersama doktrin pengajaran banyak Gereja Tuhan,
diajarkan bahwa Yesus MAMPU melakukan berbagai mujizat untuk kita,
kesembuhan dari penyakit, memiliki keturunan, berkat finansial dan lainnya,

tapi oleh satu dan lain hal Yesus BELUM MAU melakukannya untuk kita.

Untuk itu,
kita diminta untuk fokus MELAYAKKAN & MENGKUDUSKAN diri kita,
mengaku dosa, melepaskan berbagai keterikatan dari roh jahat,
& melepaskan luka bathin dengan mengampuni orang yang bersalah.

Selanjutnya,
kita diminta untuk meningkatkan intensitas DOA & memohon kepadaNya,
diperkuat dengan PUASA agar Yesus TERGERAK HATI-Nya,
sehingga akhirnya Yesus MAU melakukan mujizat bagimu.

Itu pola pengajaran banyak Gereja yang kutemukan,
atau paling tidak itu yang diyakini oleh banyak jemaat Gereja.

Pola ini mengajarkan bahwa mujizat kita TERIMA atau TIDAK,
tergantung dari Yesus MAU atau TIDAK.

Dashyat.
 

Tapi,
bukankah TIDAK PERNAH kita temukan dalam Alkitab,
Yesus TIDAK MAU melakukan mujizat bagi siapapun yg meminta kepadaNya?

Kenapa Sahabats masih beranggapan Yesus BELUM MAU?

Dan,
bukankah TIDAK PERNAH kita temukan dalam Alkitab,
Yesus memberi SYARAT untuk melayakkan & mengkuduskan diri dahulu,
sebelum Ia MAU melakukan mujizat bagi siapapun yang memintaNya?

Kenapa Sahabats masih beranggapan Yesus BELUM MAU?

Dan tahukah engkau akan KEBENARAN,
bahwa SETELAH pengorbanan Yesus di kayu salib,
kita TELAH sembuh (Isa 53:5), TELAH dijadikan kaya (2 Cor 8:9), TELAH dijadikan orang benar (2 Cor 5:21)?

Kenapa Sahabats masih beranggapan Yesus BELUM MAU?

Dashyat.
 

Jika Bapa TELAH BERSEDIA mengorbankan AnakNya yang sangat dikasihiNya,
MATI untuk kita saat kita MASIH berdosa & tidak layak dihadapanNya,

kenapa Bapa masih BELUM MAU (baca: menunda) memberikan kita mujizatNya,
dan memberikan berbagai SYARAT yang harus kita penuhi dahulu?

Itu TIDAK MASUK AKAL.

Itu artinya,
Bapa menilai kesembuhan-mu, berkat finansial-mu & apapun yang kau minta,
LEBIH BERHARGA daripada pengorbanan Yesus di kayu salib.

Itu TIDAK MASUK AKAL.

Dashyat.
 

Jadi,
milikilah pembaharuan AKAL BUDI,
bahwa Yesus bukan saja MAMPU,
tapi juga MAU & bahkan TELAH melakukan mujizat itu bagi kita.

Dashyat.
 

Kini,
pertanyaan yang perlu kita tanyakan adalah,
jika Yesus MAMPU & MAU bahkan TELAH melakukan mujizat bagi kita,
kenapa masih ada Sahabats yang TIDAK MENGALAMI mujizat tersebut?

Apakah yang menjadi HAMBATAN untuk kita menerima mujizat tersebut?

Dashyat.

 

Sahabats yang dicintai Bapa,

Andaikan saya memiliki HUTANG yang cukup besar kepada seseorang,
dan tanpa sepengetahuan saya, seorang sahabat saya TELAH melunasinya.

Jika saya tetap TIDAK TAHU kebenaran itu,
maka saya akan tetap memiliki pemahaman bahwa saya MASIH berhutang,
dan saya akan tetap mencoba membayar hutang tersebut.

Jikapun kemudian saya diberitahukan bahwa hutang saya telah DILUNASI,
tapi saya TIDAK PERCAYA karena itu sesuatu yang tidak masuk akal,
maka saya akan tetap mencoba membayar hutang tersebut.

Dashyat.

Demikianlah juga cara kerja MUJIZAT.

Pertama-tama,
kita harus MENGETAHUI Kebenaran yang membebaskan itu.

Kedua,
kita harus PERCAYA akan Kebenaran yang membebaskan itu.

Jadi,
permasalahannya bukan pada Yesus yang BELUM MAU melakukan mujizat,

tapi lebih kepada,
sudahkah engkau TAHU bahwa Yesus MAMPU, MAU & TELAH melakukannya,
& sudahkah engkau PERCAYA akan hal itu?

Oleh karenanya Yesus pernah berkata,

“Therefore I tell you, whatever you ask for in prayer, BELIEVE that you HAVE RECEIVED it, and it will be yours.
(Mark 11:24 NIV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata TAHU akan Kebenaran menjadi KUNCI memperoleh mujizat,
ternyata memiliki IMAN akan Kebenaran menjadi KUNCI memperoleh mujizat.

Dashyat.

 

Sahabats lihat baik,

She said to herself, “If I only touch his cloak, I will be healed.”
Jesus turned and saw her. “Take heart, daughter,” he said, “YOUR FAITH has healed you.” And the woman was healed from that moment.
(Mat 9:21-22 NIV, penekanan ditambahkan)

dan,

“When Jesus heard this, he was astonished and said to those following him, “I tell you the truth, I have not found anyone in Israel with such GREAT FAITH.”
(Mat 8:10 NIV, penekanan ditambahkan)

lalu,

Then he touched their eyes and said, “According to your FAITH will it be done to you”, and their sight was restored.
(Mat 9:29-30a NIV, penekanan ditambahkan)

juga,

Then Jesus answered, “Woman, you have GREAT FAITH! Your request is granted.” And her daughter was healed from that very hour.
(Mat 15:28 NIV, penekanan ditambahkan)

Semua ayat diatas menunjukkan suatu KUNCI untuk memperoleh MUJIZAT,
yaitu kita harus memiliki RESPON IMAN kepada Yesus.

Sebuah RESPON IMAN yang didasarkan pada,
PENGETAHUAN akan Kebenaran Firman Tuhan.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Having said this, he spit on the ground, made some mud with the saliva, and put it on the man’s eyes. “GO,” he told him, “WASH in the Pool of Siloam”. So the man went and washed, and came home SEEING.
(John 9:6-7 NIV, penekanan ditambahkan)

Pernahkah Sahabats merenungkan Firman diatas,
kenapa CARA Yesus menyembuhkan orang buta ini,
BERBEDA dari cara yang biasa Yesus lakukan?

Kenapa Yesus melumuri kedua matanya dengan campuran pasir & ludahNya,
dan menyuruh orang buta tersebut PERGI mencuci mukanya di kolam Siloam?

Perhatikan bahwa orang buta ini TIDAK mendatangi Yesus untuk meminta disembuhkan.
Dia hanya kebetulan berpapasan dengan Yesus dan para murid,
dan TIDAK memiliki IMAN kepada Yesus.

Maka agar mujizat terjadi,
Yesus harus MEMUNCULKAN iman dari orang buta tersebut,
yakni dengan melumuri matanya dengan lumpur,
& memerintahkannya pergi membasuh matanya di kolam Siloam.

Jika orang itu TIDAK MAU percaya & TIDAK MAU melangkah,
membasuh matanya di kolam Siloam maka orang itu TIDAK AKAN menerima mujizat.

Jika orang itu MAU percaya & MAU melangkah,
membasuh matanya di kolam Siloam maka orang itu AKAN menerima mujizat.

Yesus sengaja memunculkan RESPON IMAN dari orang buta tersebut,
agar terjadi MUJIZAT.

Dashyat.

 
Perhatikan juga,

And they took offense at him. But Jesus said to them,”Only in his hometown and in his own house is a prophet without honor.”
And he DID NOT DO many MIRACLES there because of their LACK OF FAITH.
(Mat 13:57-58 NIV, penekanan ditambahkan)

Firman ini sangat mengusik akal budiku,
karena Yesus Anak Allah yang Maha Kuasa,
dan telah melakukan banyak mujizat di berbagai kota sebelumnya,
tapi TIDAK BISA melakukan banyak mujizat di kota asalnya.

Kenapa demikian?

Karena kurangnya IMAN,
karena KETIDAKPERCAYAAN masyarakat di kota asalnya,

bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mampu melakukan berbagai mujizat,
bahwa Yesus adalah Juruselamat yang selama ini dinanti-nantikan.

Yesus tidak menemukan adanya RESPON IMAN di kota asalnya,
yang menjadi SYARAT untuk terjadinya mujizat.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Itulah sebabnya Paulus menekankan,
dibutuhkan 2 buah KUNCI untuk hidup dalam Perjanjian Baru,
PEMBAHARUAN AKAL BUDI akan Kebenaran Firman Tuhan & IMAN.

Kuteringat seorang hambaNya yang dashyat,
yang semasa mudanya PERNAH menerima mujizat yang dashyat,
disembuhkan dari penyakit yang sangat dashyat.

Tapi anehnya,
walau kini dia dipakai dashyat oleh Bapa menjadi hambaNya,
ternyata dia hanya mengalami kesembuhan 80% saja,
dimana tinggal matanya saja yang “BELUM” disembuhkan Bapa.

Jujur,
dahulu aku KAGUM kepadanya.

Tapi setelah tahu Kebenaran ini,
menurutku oleh karena RESPON IMAN-nya yang SALAH-lah,
yang membuat beliau “BELUM” disembuhkan 100% oleh Bapa.

Beliau memiliki IMAN,
bahwa Bapa hanya MAU menyembuhkan 80% saja,
dan Bapa sengaja MENGIJINKAN matanya tidak sembuh,
untuk suatu maksud yang baik.

Kuyakin itu pandangan sebagian besar Sahabats juga,
karena melalui kesaksian akan kondisi matanya-lah,
beliau dipakai DASHYAT oleh Bapa.

Tapi aku lebih percaya,
jika sembuh 100% maka beliau akan dipakai LEBIH DAHSYAT oleh Bapa.

Bayangkan,
saat dia mendoakan seseorang untuk SEMBUH,
seberapa SOLID imannya, karena beliau sendiri “BELUM” disembuhkan 100% oleh Bapa?

Bandingkan jika beliau TELAH menerima 100% kesembuhan,
maka saat beliau mendoakan seseorang untuk SEMBUH,
kupercaya IMAN yang sangat SOLID akan terpancar daripadanya,
yang akan mendatangkan MUJIZAT.

Dashyat.

For as he THINKS (percaya) in his heart, so is he.
(Proverbs 23:7 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Ya,
hanya karena beliau TIDAK TAHU Kebenaran yang sesungguhnya,
dan oleh karenanya beliau PERCAYA akan Kebenaran yang salah,
beliau TIDAK memperoleh mujizat 100% dari Bapa.

Padahal,
jika beliau TAHU Kebenarannya & PERCAYA akan Kebenaran itu,
akan lebih banyak Sahabats yang dapat memperoleh MUJIZAT melalui pelayanan beliau.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kusadari kini,
mujizat adalah BENEFIT yang seharusnya diterima oleh seluruh anak Tuhan,
tidak tergantung tingkat kekudusan & kelayakan dirimu dihadapanNya,
melainkan oleh karena STATUS-mu sebagai anak Allah oleh karena Yesus Kristus.

Kusadari kini,
dibutuhkan KUNCI untuk menerima mujizat,
yaitu MENGETAHUI Kebenaran yang membebaskan,
& PERCAYA akan Kebenaran yang membebaskan tersebut.

Kusadari kini,
masalahnya ternyata bukan kepada PEMBERI (Yesus),
yang TIDAK MAU & BELUM MAU memberikannya kepadamu,

tapi masalahnya ternyata pada PENERIMA (diri kita),
yang tidak memiliki RESPON IMAN.
 
BSD, 7 Agustus 2012
KepalaBukanEkor

 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2013 in Christians

 

Tags: , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.